Tuesday, December 8, 2009

Weihnachtsmärkten, Everyday is Christmas Day





Weihnachtsmarkt di kota Speyer

Terima kasih Tuhan, saya diberi kesempatan untuk datang kembali ke negara sosis (Jerman) dan kali ini sambil merayakan Natal bersama seorang yang special bagi saya.

Hari Natal di Jerman bukan hanya suatu perayaan keagamaan seperti di Indonesia, tetapi juga merupakan suatu bentuk apresiasi kebudayaan. Ikut merayakan Natal negara ini tentunya tak akan terlepas dari keramaian orang-orang lokal di Bazar Natal atau Weihnachtsmärkten. Weihnachtsmärkten atau Christmas Markets dalam bahasa Inggris, adalah street market yang merupakan bentuk perayaan untuk menyambut Hari Natal selama masa Advent yang diadakan di kota-kota di Eropa dan Amerika. Di Jerman, Weihnachtsmärkten dimulai pada akhir bulan November dan berakhir 2 hari sebelum Natal.




Menikmati Glühwein


Dalam 2 hari, saya telah mengunjungi Weihnachtsmarkt di 4 kota, Heidelberg, Speyer, Ludwigshafen dan Mannheim. Setelah saya amati, Weihnachtsmarkt mempunyai ciri dan kesamaan di setiap kota.
Pertama, Weihnachtsmarkt diadakan di sebuah jalan atau area yang agak luas.
Kedua, Weihnachtsmarkt mempunyai banyak stand-stand berdekorasi Natal untuk tempat berjualan.
Ketiga, di setiap Weihnachtsmarkt dijual minuman khas Natal yaitu Glühwein (red wine yang dipanaskan dan dicampur dengan gula, vanilla dll). Dan setiap kota atau setiap stand penjual Glühwein memiliki mug/gelas bergambar lucu yang berbeda-beda. Saat kita membeli 1 gelas Glühwein, kita membayar harga minuman dan gelasnya. Harga rata-rata Glühwein berkisar 2,5-3 euro/gelas, jaminan gelas 1-2 euro. Bila kita mengembalikan gelasnya kepada si penjual, kita bisa mendapatkan kembali uang jaminan gelas tersebut.




Mannheim Weihnachtsmarkt

Keempat, di Weihnachtsmarkt dijual makanan-makanan khas Jerman seperti Wurst (sosis), gebratener Mandeln (kacang goreng), Frikadelle (daging cincang goreng), Kartofelpuffer (gorengan adonan kentang dan saus apel) dll.
Kelima, selain stand makanan, banyak juga stand penjual barang-barang kebutuhan seperti alat masak, pakaian, hiasan rumah dll.
Kelima, di setiap Weihnachtsmarkt disediakan sedikit tempat untuk hiburan anak-anak seperti carousel

Senang sekali rasanya berada di antara keramaian Weihnachtsmarkt. Belum pernah saya merasakan suasana indah seperti itu. Keramaian yang saya lihat setiap hari membuat saya merasakan everyday is Christmas day dalam 1 bulan.

Thursday, October 15, 2009

Amsterdam, kota unik berpenduduk ramah





Amsterdam di malam hari

Kota ini menjadi salah satu favorit saya. Alasan pertama, karena bentuk kota ini sangat unik, bila Anda melihat peta kota Amsterdam, Anda pasti akan melihat bahwa di tengah kota itu ada beberapa ring sungai kecil yang bentuknya bersegi banyak dan berbentuk seperti sarang laba-laba. Bisa dibuktikan loh! Search di Google dengan keyword : Amsterdam airphoto atau Amsterdam map. Selain kerena keunikannya, kami sangat terkesan oleh penduduknya yang sangat ramah. Para penjaga toko dan cafe tidak segan untuk melempar senyuman yang secara tidak langsung membuat mood kami jadi baik pula.




Klompen Belanda

Hari itu tanggal 9 Februari 2009, saya dan Muli naik kereta dari Hamburg menuju Amsterdam. Kami tiba di sana kira-kira sore pukul 4. Di stasiun kami memanfaatkan jasa mesin pencetak peta dan kemudian kami langsung tahu di mana letak tempat penginapan yang sudah dipesan, sebuah penginapan kecil di Jalan Singel no.69. Saat masuk ke tempat itu, kami baru benar-benar bisa merasakan tinggal di rumah penduduk Amsterdam yang tinggi menjulang dengan tangga yang sangat curam. Cukup lelah untuk Muli membawa sebuah koper dengan berat 15 kg ke lantai 4.

Sehabis menaruh barang bawaan, kami langsung bergegas kembali ke arah stasiun, di depan stasiun ada sebuah bangunan kecil berwarna putih. Kami langsung masuk dan membeli 2 buah tiket bus ke kota kecil Volendam. Perjalanan memakan waktu sekitar 30 menit. Sesampai di sana kami berkeliling, mengunjungi beberapa toko souvenir dan terakhir kami berfoto mengenakan pakaian tradisional Holland. Sehabis berfoto kami makan malam di sebuah restoran kecil di sekitar tempat itu. Sehabis makan kami langsung menuju halte bus untuk berangkat ke perhentian berikutnya, yaitu kota yang terkenal dengan kejunya, Edam. Kami hanya berhenti sejenak saja di sana dan kemudian kembali lagi ke Amsterdam. Sayangnya, malam itu hujan turun agak deras.




Pakaian Tradisional Belanda

Keesokan harinya, kami pergi mengunjungi Madame Tussauds dan Amsterdam Dungeon. Dua tempat ini patut dikunjungi para wisatawan. Tempat apa itu? Langsung saja beli tiket dan lihatlah, dijamin gak rugi deh! Mungkin orang-orang sudah kenal dengan tempat Madame Tussauds yang memang tersebar di kota-kota penting seluruh dunia, yaitu tempat dipamerkannya orang-orang terkenal dalam bentuk patung lilin.Sore harinya, kami ngopi di sebuah cafe menikmati segelas kopi dan seporsi Bitterballen, snack khas Belanda yang dibuat dari daging sapi cincang, dibuat ragut dan digoreng. Sore harinya kami menikmati makan malam di rumah makan Indonesia bernama Puri Mas, letaknya dekat dengan Nationaal Monument, di sebelah Amsterdam Dungeon. Benar-benar makanan Indonesia termahal yang pernah kami makan, 69 euro berdua. Tapi memang enak rasanya, mengobati rasa kangen kami pada masakan Indonesia (Di Amsterdam kami menemukan beberapa rumah makan Indonesia loh, mungkin karena bekas negara jajahan, orang Belanda doyan juga masakan Indonesia =p).




Red Light District

Malam hari, kami berjalan menuju toko Klompen (sepatu kayu khas Belanda) terbesar di seberang Nationaal Monument. Setelah itu, kami pun siap berjalan menuju Red Light District yang sangat terkenal di seluruh dunia sebagai tempat legal berbisnis dan berlampu merah. Sayangnya kami pergi ke Amsterdam di musim dingin. Jika ada kesempatan lain, kami akan datang lagi di bulan April untuk menyaksikan festival bunga tulip yang penuh warna itu.

Wednesday, July 29, 2009

Memajukan Pariwisata Indonesia





Candi Borobudur



Indonesia dijuluki "Zamrut Khatulistiwa". Baiknya kita mulai terlebih dahulu dengan kata "khatulistiwa", adalah garis imajinasi yang membagi bumi menjadi dua bagian, utara dan selatan. Indonesia terletak di area garis khatulistiwa, oleh karena itu, ia beriklim tropis, tumbuh-tumbuhannya beraneka ragam. Dan "zamrut" adalah nama sebuah batu mulia atau batu permata indah yang berwarna hijau. Dua kata ini menunjukan bahwa Indonesia dikenal sebagai negara yang indah. Selain kaya akan rempah-rempah yang dahulu selalu menarik perhatian bangsa-bangsa negara barat, Indonesia juga kaya akan pemandangan alam yang sangat indah. Dari Sabang sampai Merauke, 13.660 buah pulau, terbentang lukisan indah tangan Sang Pencipta.

Sumatera Utara : Danau Toba dan Pulai Samosir, Nias, dll
Sumatera Barat : Ngarai Sianok, Danau Singkarak, Danau Maninjau, dll
Jakarta : Tugu Monas, Taman Mini, Museum-museum sejarah, dll
Jawa Barat : Kebun Raya Bogor, Gunung Tangkuban Perahu, Kawah Putih, dll
Jawa Tengah : Candi Borobudur, Candi Prambanan, Candi Mendut, Malioboro, dll
Yogya : Parangtritis, Gua Selarong, dll
Jawa Timur : Gunung Bromo, Gunung Ijen, Gunung Semeru, dll
Bali : Tanah Lot, Pantai Kuta, Pantai Sanur, Pura Besakih, Sangeh, Legian, Ubud, Tampaksiring, Uluwatu, dll
Lombok : Pantai Senggigi , dll
Kalimantan : Pulau Derawan, dll
Sulawesi Utara : Bunaken, dll
Sulawesi Selatan : Tanah Toraja, dll
Nusa Tenggara : Danau Kelimutu, dll
Irian Jaya : Pulau Raja Ampat, dll

Banyak sekali bukan? Itu hanya sebagian kecil yang saya tahu. Masih banyak tempat indah lainnya di Indonesia. Tapi sejujurnya saja saya sangat sedih, banyak tempat wisata di Indonesia yang tidak memperoleh perawatan, sehingga semakin lama semakin rusak. Hal ini amat sangat disayangkan. Bila industri pariwisata di Indonesia bisa berkembang, saya yakin, hasilnya akan sangat berguna bagi pembangunan negara.




Gunung Bromo



Saya tinggal di Beijing, China sejak 2003, sudah 6 tahun saya di sana dan setiap tahun saya pasti pergi ke beberapa tempat wisata di China. Pada umumnya industri pariwisata di China sudah maju dan baik perawatannya. Saya rasa tidak ada salahnya jika Indonesia belajar dan mencuri sedikit ilmu tentang pariwisata di China. Di bawah ini adalah tips-tips sederhana yang bisa saya uraikan dari pengalaman saya memperhatikan tempat-tempat wisata di China dan yang bisa dijadikan pelajaran bagi industri pariwisata di Indonesia.

KEPRAKTISAN TRANSPORTASI
Transportasi merupakan sarana yang paling penting bagi jalannya industri pariwisata di suatu tempat. Saya rasa, tingkat kepraktisan sarana transportasi di suatu tempat akan mempengaruhi banyaknya jumlah wisatawan. Di ibukota Cina, Beijing, ada beberapa alat transportasi seperti:
Subway alias kereta yang biasa disebut MRT dan LRT.
Subway di kota Beijing sampai tahun 2009 ada 7 jalur yang bertitik di tempat2 pokok kota Beijing.
Bus umum
Tersedia berbagai macam jalur dan arah tujuan, relatif aman dan murah.
Taksi
Tersedia 24 jam dan tidak perlu menelepon untuk memanggil taksi karena banyak di jalanan, aman, tapi memang harga tidak terlalu murah.
Mungkin sulit bagi Indonesia untuk menciptakan kereta dalam kota subway seperti Beijing, tapi ada baiknya Indonesia mencoba untuk menciptakan kepraktisan yang lebih bagi para wisatawan. Contoh: di kota Bandung sangat sulit menemukan taksi di jalanan. Dengan kata lain, taksi di kota Bandung sangat jarang. Memang kita bisa memanggil taksi melalui telepon. Tetapi kadang kala kita harus menunggu lama barulah taksi itu datang. Masalah kedua, supir-supir taksi kadang menyalahi aturan, yaitu tidak mau memasang argo sehingga secara ekstrim kami merasa bahwa kami diperas. Kemudian, tidak jarang juga kejahatan oleh supir kepada penumpang terjadi di dalam taksi. Oleh karena itu, saya menghimbau agar perusahaan jasa taksi lebih mendidik para supir serta memperbanyak jumlah taksi di jalan.




Danau Kelimutu



KEBERSIHAN
1. Memperhatikan kebersihan tempat-tempat wisata. Ada baiknya pemerintah menyediakan banyak tempat sampah di tempat-tempat wisata. Bila tempat sampah tidak memadai jumlahnya, para pengunjung lebih cenderung untuk membuang sampah sembarangan karena mereka pada umumnya malas untuk menyimpan sampah sampai mereka menemukan tempat sampah.
2. Membuat peraturan bagi pengunjung yang membuang sampah sembarangan atau meludah sembarangan. Contoh: denda sebesar Rp.100.000. Mengenakan denda bagi pelanggar tak perlu dalam jumlah besar. Rp.100.000 pun akan membuat si pelanggar jera.

KEASRIAN

1. Ada baiknya pemerintah menyisihkan sedikit dana untuk menanam pohon dan bunga-bunga di sekitar tempat wisata. Hal ini bermanfaat bagi keasrian daerah sekitar tempat wisata dan bisa membantu mengurangi polusi udara di daerah tersebut.
2. Membuat peraturan bagi pengunjung yang menyabuti bunga di sekitar tempat wisata.

PERAWATAN
Perawatan termasuk benda-benda dan bangunan bersejarah serta lingkungan tempat wisata. Contoh, di daerah wisata pantai baiknya dibangun batu-batu pencegah abrasi. Di daerah wisata candi, ada baiknya benda-benda bernilai sejarah tinggi ditutupi oleh kaca untuk menghindari pengunjung yang usil memasukan sampah ke antara patung-patung atau merusak, mencoreti, menggores benda-benda tersebut. Jalan masuk menuju daerah Kawah Putih (Bandung) sebaiknya diperbaiki demi kenyamanan para pengunjung.

KEAMANAN DAN KETERTIBAN
Keamanan di tempat wisata merupakan salah satu faktor penting akan majunya sebuah industri pariwisata. Contoh:
1. Jalan masuk menuju daerah wisata Tangkuban Perahu (Jawa Barat) yang dekat dengan jurang lebih baik diberi pelindung kayu ataupun besi agar tidak membahayakan kendaraan-kendaraan.
2. Menertibkan para pedagang asongan di daerah wisata agar tidak mengerumuni, memaksa para pengunjung, bahkan mencopet ataupun merampok.

Semoga pariwisata Indonesia bisa semakin maju dan berkembang.

Friday, July 24, 2009

Brussels, Surga Cokelat Bersejarah





Wellington Museum

16 Februari 2009 pagi hari, kami telah bersiap di stasiun kereta Gare du Nord, Paris untuk melanjutkan perjalanan menuju Brussels (Perancis : Bruxelles), ibukota negara Belgia dan ibukota Uni Eropa.




Belgium Wafel

Perjalanan dari Brussels ke Paris dengan kereta api memakan waktu kurang lebih 3 jam. Sesampai di sana, kami langsung ke tempat informasi dan meminta selembar peta kota Brussels. Kami memang sudah berencana untuk pergi ke kota Waterloo, kota kecil di dekat Brussels, kota tempat kekalahan Napoléon Bonaparte. Sesudah keluar stasiun, kami membeli tiket bus ke Waterloo. Sebenarnya kami ingin mengunjungi monument peringatan Battle of Waterloo, Top of the Lion Mound, tapi berhubung jarang ada bus ke arah sana pada saat itu, kami memutuskan untuk berkunjung ke Museum Wellington yang terletak persis di seberang pusat informasi tersebut. Wellington Museum tidak begitu besar, berisi tentang benda-benda peninggalan di waktu perang antara Perancis yang dipimpin oleh Napoleon Bonaparte dan Tentara Sekutu Inggris, Rusia, Austria dll.




Hotel de Ville

Setelah mengunjungi museum, kami kembali ke Brussels. Kami turun di North Station, kemudian naik MRT sampai ke Main Station, karena tempat tinggal kami memang di daerah Main Station (Kami sengaja memilih tempat tinggal di daerah tersebut karena pada hari kedua kami akan berangkat dari Main Station menuju Heidelberg).

Sehabis menaruh koper kami nan berat itu, kami langsung berjalan menuju Grand Place (Grote Market) yang merupakan pusat perdagangan di Brussels, dikelilingi oleh bangunan-bangunan kuno berumur sekitar 300 tahun yang sangat indah. Toko cokelat pun tersebar di area Grand Place, salah satunya yang terkenal adalah Neuhaus.




Manneken Pis

Di Grand Place, ada sebuah bangunan bergaya Gothic terkenal Town Hall yang lebih dikenal dengan nama Hotel de Ville dalam bahasa Perancis (Belanda: Stadhuis). Hotel de Ville memiliki menara setinggi 96 meter di bagian tengahnya, pada malam hari lampu yang memancar dari dalam bangunan ini membuatnya semakin indah.

Berjalan ke arah belakang Hotel de Ville, di salah satu pojok perempatan jalan, ada patung seorang anak kecil yang sedang pipis. Manneken Pis (Belanda: little man urinating, Perancis: petit Julien), merupakan lambang kota Brussels. Ada banyak cerita mengenai legenda Manneken Pis ini. Tapi yang paling banyak diketahui orang-orang adalah bahwa anak kecil ini mengencingi sebuah bom yang hampir meledak untuk menyelamatkan kota.




Bus wisata keliling Brussels

Hari berikutnya hujan. Kami tetap berjalan ke arah Grand Place. Kemudian belok ke arah Catedral, hujan semakin lebat. Dari catedral, berjalan terus ke arah stasiun (entah stasiun utara atau yang lainnya) kemudian ada sebuah bus bertuliskan “Visit Brussels Line“. Kami bertanya pada sang petugas, ternyata, bus tersebut adalah bus pariwisata keliling Brussels. Satu tiket berlaku untuk satu orang dan satu hari. Bus melewati 14 (kalau tidak salah) tempat terkenal di Brussels (Atomium, Manneken Pis, Markas Uni Eropa, Museum Kartun dll) dan di beberapa tempat kita bisa turun untuk berfoto. Kami turun di Atomium, membeli tiket kemudian naik ke setiap “titik atom“ (total ada 9 buah) dengan lift atau tangga. Atomiun merupakan monumen yang dibangun untuk sebuah Expo di tahun 1958. Di dalam Atomium, ada sebuah cafe kecil, kami membeli dua buah wafel, kue manis kotak-kotak bertabur tepung gula di atasnya. Rasanya enak sekali! pinggir-pinggir jalan juga banyak sekali kios-kios penjual wafel dengan berbagai rasa.




Salah satu toko cokelat di Brussels

Sehabis mengunjungi Atomium, kami menunggu bus datang di depan monument unik tersebut sambil berfoto. Setelah bus datang kami langsung kembali ke daerah Grand Place untuk makan siang di sebuah restoran steak. Kemudian kami mengunjungi sebuah toko cokelat yang ramai, dan membeli beberapa box cokelat untuk oleh-oleh dan beberapa buah Praline (the filling for chocolate ) rasa cointreau orange, almond dll. Enak loh! Sehabis membeli sekantong cokelat, kami langsung berkunjung ke Chocolate Museum (Musee de Cacao et du Chocolat) di dekat sana.

Brussels, kota bersejarah, bangunannya unik, surga cokelat!

Thursday, July 16, 2009

Valentine's Day in Paris, Unforgettable Moment





Catedrale du Notre Dame

Saya pernah berkata kepada pacar saya bahwa impian saya sangatlah banyak, salah satunya adalah pergi ke Paris, ibukota negara Perancis dan berfoto di depan Menara Eiffel.

Tuhan itu baik, Dialah yang mewujudkan impian saya itu. Thanks (again) God!

Seperti yang saya katakan dalam artikel Berlin, kami sudah merencanakan semua perjalanan selama saya berada di Eropa. Muliadi memang sengaja mengatur jadwal perjalanan pada tanggal 14 Februari ke Paris, The Most Romantic City, begitu kata orang-orang. Pada hari itu pagi-pagi, Heidelberg turun salju yang cukup lebat, walau demikian kami tetap bersemangat untuk pergi ke stasiun kota. Kami naik kereta cepat jenis ICE dari Heidelberg menuju Paris (east station) pukul 09.45 dan tiba di Paris sekitar pukul 13.00. Dan saat perjalanan itulah, pertama kalinya saya merasakan alat transportasi darat dengan kecepatan 300 km/jam, nyaman dan luar biasa rasanya, seperti melayang!




Inside Catedrale

Setiba di Gare du Nord (Paris East Station), kami langsung berjalan kaki menuju tempat tinggal kami di Jalan Rue de Runkerque. Seperti mimpi rasanya bisa menginjakkan kaki di kota itu. Saya langsung bersemangat untuk menjelajahinya. Setelah kami menaruh barang bawaan, kami langsung berjalan menuju stasiun subway terdekat dan langsung membeli 2 buah tiket Paris Visite (tiket subway yang berlaku selama 48 jam). Kemudian kami langsung meluncur ke pulau Cité, pulau kecil di tengah Sungai Seine yang membelah kota Paris. Kami mampir ke Cathédrale du Notre Dame de Paris yang merupakan salah satu gereja Catedral terindah di Eropa, di bagian depan ada dua buah menara lonceng. Di dalamnya pun sangatlah unik, ukiran-ukiran serta kaca berwarna-warni.




Tour Eiffel

Sesudah itu, kami menuju Champ dé Mars Tour Eiffel, saat keluar dari pintu subway, apa yang terlihat? Eiffel Tower! Menara unik yang biasa saya lihat di televisi ato di majalah, kini benar-benar berada di depan mataku. “Aku mau pingsan.” kataku kepada Muliadi. Kemudian dia agak panik dan berkata “Eh, jangan pingsan, rugi.” Saya memang tak jadi pingsan, hanya sedikit lebay. Kami berjalan sedikit kemudian menyebrang jalan, sampailah kami di lokasi Eiffel. Menara Eiffel merupakan lambang negara Perancis, bangunan tertinggi di Perancis dan salah satu bangunan terkenal di dunia, dibangun pada tahun 1889 dan dirancang oleh seorang yang bernama Gustave Eiffel. Di bawah menara tersebut, ribuan orang mengantri untuk membeli tiket naik ke menara dan kebanyakan adalah couple yang salah satunya menggenggam setangkai mawar merah. Muliadi juga tak mau ketinggalan, dia ingin membelikan saya setangkai mawar, tapi saya menolak. Saya berkata “Mawar valentine-mu sudah kuterima di Bandara Frankfurt am Main, lagipula rasa cinta tak selalu dilihat dari mawar-mawar yang kamu berikan“ (sebenanya saya ingin bilang “Aku lebih suka segenggam berlian daripada setangkai mawar merah.” Just kidding baby!).




Arc de Triomphe

Kami lapar pada saat itu, apalagi angin di sana cukup membuat kami berniat untuk berpelukan erat. Nampaknya orang-orang di sana juga membutuhkan masukan kalori, antrian di kios penjual sosis kentang dan burger di bawah menara sangatlah panjang. Meskipun demikian kami tetap mengantri karena tak tahan lagi. Saat mengantri, saya melihat seorang wanita di sebelah saya duduk di kursi roda, tangannya membawa setangkai mawar, dan di belakangnya berdirilah seorang pria mendorong kursi rodanya. Saya menduga, pasti mereka adalah sepasang kekasih. Dan saya sangat terharu, cinta yang sejati adalah cinta yang tak memandang apakah pasangan kita cantik atau tidak, cacat atau tidak dll. Dan saya yakin, cinta seperti itulah yang disebut love without reason.



Muscles & Escargot


Kami akhirnya membeli 2 porsi kentang sosis, kemudian duduk di tepi taman di samping Eiffel. Kami makan sambil melihat bebek-bebek yang berlarian (jadi teringat ada seekor bebek putih yang sangat lucu, Hi buddy! How are you today?). Kami tidak jadi naik ke Eiffel, jika kami tetap mengantri, kami tak punya waktu lagi untuk berkunjung ke tempat lain. Kami akhirnya langsung menuju Charles de Gaulle Etoile. OMG! Arc de Triomphe muncul di depan mata kami! Kami berjalan ke bawahnya dan naik tangga ke atas. Sesampai di atas, hari sudah gelap dan.. Amazing! Tour Eiffel (Eiffel Tower) berhiaskan lampu, it was so nice! Kami berkeliling di atas Arc de Triomphe dan memperhatikan jalan-jalan di bawahnya, ada sekitar belasan buah jalan yang mengelilinginya, dengan kata lain pertemuan jalan-jalan tersebut adalah bangunan Arc de Triomphe.



Valentine’s Dinner

Hari itu kami tutup dengan makan malam di sebuah tempat bernama Cafés Richard. Kami teringat akan film layar lebar terakhir Mr.Bean Holiday yang menceritakan bahwa ia memenangkan undian berlibur ke Perancis. Di dalam film itu diperlihatkan bahwa ia pergi ke sebuah restoran dan memesan seporsi Muscles (clams, kerang red). Pergi ke Perancis, tentu saja kami pun ingin mencoba makanan khas Perancis. Kami memesan seporsi makanan mentah berisi Muscles, escargot (siput) dan udang. Sebelum menyantapnya, muscle dan siput harus diberi perasan air jeruk lemon dan ditaburi sedikit garam agar tidak terlalu amis. Rasanya unik sekali, memang aneh dan tak terbiasa makan makanan seperti itu.

Itulah hari Valentine yang kami lewati bersama tahun ini di kota Paris.

Tuesday, July 14, 2009

Salzburg, Kota Cantik Kampung Halaman Mozart



Palace of Mirabell

Salzburg, salah satu kota terindah di Austria, dan merupakan kota penarik wisatawan terbanyak kedua setelah Vienna, sang ibu kota. Sungai Salzach yang mengalir melewati kota ini menambah daya tarik bagi para turis asing. Selama abad ke-19, sungai ini menjadi jalur transportasi penting dalam bidang ekonomi perdagangan, terutama antara Austria dan Jerman (karena sungai ini memang mengalir dari Austria ke Jerman). Dan “garam” menjadi alat pembayaran transportasi sungai tersebut di jaman itu. Oleh karena itu, kapal-kapal di atas sungai Salzach sedikit banyak berisi “garam“. Dan nama “Salzburg” yang berarti “Salt Castle” (Kastil Garam) tentu saja berhubungan erat dengan nama sungai Salzach.




Mozart Geburthaus

Muliadi dan saya berangkat naik kereta dari Munich ke Salzburg tanggal 1 Februari 2009 pagi hari. Di Munich, udara memang dingin karena selama kami singgah di sana, langit selalu mendung dan kadang turun sedikit salju. Sebelum sampai di Salzburg, kami berharap cuaca di sana akan lebih baik. Saat kami baru masuk ke pinggiran kota Salzburg, matahari bersinar dengan indahnya. Kami tentu senang, karena di cuaca yang cerah, hasil foto-foto kami akan lebih baik dibandingkan foto-foto di cuaca mendung. Setelah turun dari kereta, ya memang udara cerah, tapi kami berdua otomatis langsung mengigil. Udaranya ternyata lebih dingin, karena sehari sebelumnya di Salzburg turun salju lebat, hari keduanya salju mulai mencair karena tersinari matahari. Salju yang mulai mencair akan membuat udara sekitarnya menjadi lebih dingin, Brrrr... Setelah kami turun dari kereta, tak lama kami melihat seorang gadis menggendong sebuah bass besar, kemudian Muliadi langsung berkomentar:“Memang ini kota pemusik!“. Ya, Salzburg adalah kota kelahiran sang komponis luar biasa, Wolfgang Amadeus Mozart.




View from Salzach River

Kami sarapan di Burger King Salzburg Hbf (Salzburg Rail Station), sebuah cheese burger dan segelas kopi. Nikmat sekali dingin-dingin minum kopi susu panas. Hmmnn.. Kemudian kami langsung menitipkan koper kami di kotak penitipan otomatis, setelah itu membeli 2 buah Salzburg Card (sebagai tiket masuk ke museum-museum dan naik transportasi umum) seharga 24euro/buah. Dari stasiun, kami naik bus ke Mirabellplatz, mengunjungi Palace of Mirabell (bahasa Jerman: Schloss Mirabell) yang merupakan sebuah istana dengan taman yang indah.

Kami melewati Mozarteum (universitas musik dan drama yang dibangun untuk mengenang Mozart), kemudian menuju sisi sungai Salzach, air sungainya bening, di sisi sungai terjajar bangunan-bangunan yang bentuk dan warnanya unik. Pemandangannya di situ luar biasa indahnya, apalagi karena ia tertutup salju. Di seberang sungai, ada jalan bernama Getreidegasse, dan di situlah Mozart Geburthaus (Mozart Birthplace) berada. Kami langsung masuk, sambil mendengarkan musik-musiknya, kami sambil melihat-lihat. Di dalamnya seperti museum, banyak benda-benda peninggalan Mozart. Tempat selanjutnya, Toy Museum (Museum Mainan Anak-anak), Dom (Cathedral) dan beberapa museum kecil lainnya.




Salzburg City

Tempat terakhir yaitu sebuah kastil di atas gunung, memang agak capai dan sulit untuk naik ke sana, karena jalannya menanjak dan tertutup salju. Tapi Anda takkan pernah menyesal setelah sampai di atas. Karena di atas kita bisa melihat pemandangan seluruh kota Salzburg. Seperti mimpi rasanya bisa melihat pemandangan seindah itu.

P.S : Haha.. mungkin orang-orang seringkali rancu antara Austria dan Australia. Di toko-toko souvenir, kami banyak melihat T-shirt bertuliskan “No Kangaroo in Austria”.

Saturday, July 11, 2009

Kisah Dari Berlin





Berlin Bear

Tanggal 7 Februari 2009, Muliadi dan saya naik kereta dari Heidelberg menuju Berlin, ibu kota negara Jerman. Sesampai di sana, saya melihat banyak sekali patung beruang, entah yang terbuat dari plastik ato yang benar2 berbulu cokelat seperti beruang sesungguhnya. Ternyata beruang memang merupakan lambang kota Berlin, dan di seragam tentara Berlin memang ada gambar seekor beruang hitam.




Sisa Tembok Berlin

Kami hanya berbekal satu lembar peta kota Berlin pada waktu itu, dan sebelumnya kami memang sudah mencatat nama-nama tempat yang perlu kami kunjungi. Kami menginap di daerah Chausestrasse (dekat dengan stasiun subway). Dari tempat tinggal kami, tempat yang terdekat adalah Berlin Wall (bahasa Jerman "Berlin Mauer"), tembok terkenal dalam sejarah dunia. Kami berjalan kaki kira-kira 15 menit untuk sampai ke sana. Sesampainya di posisi yang bertuliskan "Berlin Wall" pada peta, kami kebingungan. "Hah? di mana temboknya? jangan-jangan itu temboknya" , itu kata-kata yang terlontar dari mulut saya ketika itu. Karena memang sekilas tempat tersebut begitu sepi, tak ada turis di sekitarnya dan hanya ada tembok berwarna putih yang kira-kira tingginya 2,5 meter dan tidak panjang.




Ilustrasi dari sebuah kartu pos

Sambil tetap kebingungan, kami terus berjalan ke depan, dan tak lama kemudian kami menemukan sebuah bangunan kecil di seberang tembok itu. Kami masuk ke bangunan itu, dan di dalamnya ditayangkan video mengenai sejarah Berlin Wall. Ya, tembok putih yang kami liat itu adalah sisa dari tembok Berlin. Di sebelah gedung, ada tangga besi sekitar 4 tingkat tingginya. Kami naik sampai ke lantai paling atas, dan terlihatlah tembok Berlin yang sesungguhnya.



Brandenburger Tor
Berlin Wall ternyata bukan hanya tembok satu lapis, tetapi di belakang sebuah tembok ada lahan kosong dan barulah ada satu tembok lainnya. Banyak kisah tragis di dalam sejarah Berlin. Yang membuat saya sangat terkesan adalah saat melihat sebuah kartu pos bergambar sepasang saudara kembar yang masih bayi yang terpisah di berlin barat dan berlin timur.

Tempat berikutnya adalah Brandenburger Tor (Brandenburg Gate) yang merupakan gerbang utama untuk masuk ke kota Berlin ketika Berlin belum bersatu.


Checkpoint Charlie
Setelah itu kami berjalan ke Reichstag yang merupakan gedung parlemen Jerman, di bagian atas gedung itu ada sebuah kubah kaca, kita bisa masuk dan naik ke sana, tapi saat itu antrian sangat panjang, jadi kami memutuskan untuk melihatnya saja dari luar. Terakhir kami mengunjungi Checkpoint Charlie, letaknya tak jauh dari Potsdamer Platz (Potsdamer Square), pusat keramaian kota Berlin, ada sebuah mall besar bernama Sony Centre. Checkpoint Charlie berlokasi di Friedrichstrasse, adalah bagian dari Tembok Berlin yang membatasi Berlin timur dan barat selama Perang Dingin. Berlin timur dikuasai oleh Uni Soviet dan Berlin barat dikuasai oleh Amerika Serikat.

Berlin, kota bersejarah dengan kisah yang mengharukan..

Friday, July 10, 2009

I Love Currywurst





Currywurst


"I love you and I also love Currywurst!"
That's the word I said to my boyfriend after I got a portion of Currywurst.

Currywurst is German national dishes, it's slices of wurst (German, means sausage) covered with curry ketchup and sowing of curry powder. Curry ketchup usually is made from tomato ketchup blended with curry. Currywurst is also usually served with fries (Currywurst mit Pommes) or a piece of bread (Currywurst mit Brot).

I just remembered that day, February 19th, 2009. It was last two days of my holiday in Heidelberg. My boyfriend said that I had to get a portion of the last Currywurst and he ordered a portion of "doppelcurrywurst mit pommes" (means double currywurst with fries). I thought that I was in heaven at that time. After that, my boyfriend and I went to take Bergbahn (mountain railway in Heidelberg) and planned to visit Königstuhl (a mountain near Heidelberg) but we finally didn't go because the snow was so thick. Then after we came back to the town, we went to the same restaurant to order one more "doppelcurrywurst". Hahaha.

Oh God, thank You, You've created a delicious food named "currywurst" through German. Hahaha.

Currywurst, don't worry, I miss you already
See you soon baby
Yeah!

Thursday, July 9, 2009

Heidelberg, Kota Kecil Yang Luar Biasa



Jalan Hauptstrasse, Altstad

"Di kota mana?"
"Heidelberg"
"Wow!"

Begitulah kira-kira reaksi orang - orang yang mengenal kota Heidelberg.

Heidelberg (baca: ˈhaɪdəlbɛʁk) merupakan salah satu kota tua kecil yang bersejarah di negara bagian Baden-Württemberg, Jerman, yang terletak di tepi sungai Neckar. Heidelberg yang dikenal sebagai kota pelajar tersebut memang tak asing bagi orang-orang pemerhati pendidikan di seluruh dunia, karena di sanalah letak University of Heidelberg (Universität Heidelberg), universitas tua yang sangat terkenal di dunia. Menjadi siswa universitas tersebut adalah impian para pengincar universitas-universitas di Jerman.


Kota Heidelberg

Altstadt (old town red) merupakan pusat kota Heidelberg, jalan panjang terkenal bernama Hauptstrasse yang terbentang dari bismarktplatz sampai ke daerah Heidelberg Schloss (Kastil Heidelberg) merupakan daerah teramai dan pusat perbelanjaan di sana. Di kedua sisi sepanjang jalan tersebut berjajar toko-toko dari mulai toko cokelat, perabotan, baju dan sepatu, kosmetik, cafe, perhiasan, meubel dll. Jika Anda menelurusi jalan ini, Anda akan melihat sebuah kastil di atas gunung yang berwarna cokelat kemerahan, itulah Heidelberg Schloss, Anda harus rela untuk memanjat sedikit agar bisa masuk ke kastil tersebut. Dari kastil tersebut kita bisa melihat indahnya kota Heidelberg kemudian bisa menikmati Sungai Neckar dan Alter Brüke (old bridge red) dari kejauhan.

Sungai Neckar terbentang dari Jerman selatan dengan ketinggian 2320 kaki di atas permukaan laut kemudian mengalir ke arah utara. Melewati beberapa kota seperti Heilbronn, Stuttgart dan Heidelberg, kemudian bermuara di sungai Rhein dengan ketinggian 310 kaki di atas permukaan laut. Pemandangan di sekitar sungai Neckar cukup indah, ada taman-taman kecil dengan puluhan ekor bebek, taman bermain anak2 dll.

Bila Anda berkunjung ke Jerman, kota Heidelberg sangat patut dikunjungi.

Jam Kukuk





Toko Kuckuckuhr di Titisee, Jerman

Anda mungkin pernah mendengar "jam kukuk", adalah sebuah jam yang terbuat dari kayu dan selalu berbunyi "kukukk.. kukukkk" setiap jamnya tanpa menggunakan baterai, tetapi dengan mengandalkan sistem mekanik di dalamnya. Luar biasa bukan?

Saya sering mendengar jam kukuk sewaktu kecil, tetapi hanyalah sebuah mainan yang bisa berbunyi seperti jam tersebut. Jam kukuk asli ternyata berasal dari daerah Schwarzwald Black Forest, terbuat dari kayu pohon cemara, dalam bahasa Jerman disebut "Kuckuckuhr". Seperti yang saya sebut di artikel sebelum ini, hutan cemara di daerah tersebut sangat lebat. Oleh karena itu, di sana banyak sekali pengrajin Kuckuckuhr yang kemudian masing-masing membuka usaha dengan menjual jam di toko pribadinya. Toko-toko tersebut tidak hanya memajang satu atau dua buah jam saja, tetapi ratusan jumlahnya, dan lucunya, karena jam-jam yang masih tergantung di dinding belum diatur ketepatan waktunya, maka bila kita mengunjungi toko jam tersebut, hampir setiap satu menit kita mendengar bunyi "kukukk kukukk.."

Kuckuckuhr tersedia dalam berbagai macam ukuran dan bentuk, dari yang sebesar telapak tangan sampai yang sebesar spring bed. Harganya pun bisa disesuaikan. Karena Kuckuckuhr merupakan kerajinan tangan manusia, maka harganya pun sangatlah tinggi.

Makan Kue Black Forest di Black Forest





Schwarzwald in winter

Kue dengan taburan cokelat di atasnya, cream beraroma rhum dan buah cherry menghiasinya. Yup, itu kue Black Forest. Nama Black Forest tak asing bagi saya, karena bibi saya adalah seorang pengusaha toko kue ternama di kota Bandung. Black Forest bikinan bibi rasanya cocok dengan selera saya, rasa manisnya pas, bentuknya pun menarik.

Bulan Januari tahun ini saya berkesempatan pergi ke negara bir(Jerman red)untuk liburan sekaligus mengunjungi calon suami saya yang sedang bekerja sebagai Gaztarzt (guest doctor red) di kota Heidelberg. Sebelum saya berangkat ke sana, dia telah mengatur semua perjalanan-perjalanan yang akan kami tempuh bersama. Dan dia sempat berkata :" Nanti kita ke Black Forest..". Jujur saja, saat itu yang saya bayangkan adalah sepisin kue bolu bertabur cokelat, white cream dan cherry. Tapi kemudian ia menceritakan bahwa kue Black Forest itu diciptakan oleh seorang yang terinspirasi oleh hutan cemara di suatu daerah di Jerman sebelah selatan. Black Forest dalam bahasa Jerman "Schwarzwald" memang berarti "hutan hitam". Disebut demikian karena daerah tersebut dipenuhi oleh hutan cemara yang lebat dan daunnya berwarna gelap itu.




Original Schwarzwaldtorte

Di lokasi Schwarzwald, kami mengunjungi empat kota yaitu Konstanz, Freiburg, Titisee dan Triberg. Kami menempuh semua perjalanan dengan naik kereta, di dalam kereta, kita bisa melihat the real Black Forest, indah sekali, apalagi saat kami pergi ke sana semua hutan tertutup salju, jadi teringat kue Black Forest yang di atasnya ditaburi gula tepung. Lucunya, di kota Triberg, kami menemukan sebuah cafe, di kaca depannya ada sebulan kertas bertuliskan "Come and try our delicious Black Forest Cake from original recipe", tanpa ragu-ragu lagi, kami masuk ke cafe tersebut dan langsung memesan dua potong Schwarzwaldtorte (black forest cake red). Rasanya, ruarrrr biasaaaaa! Ternyata, kue Black Forest yang asli bukan memakai rhum, tapi kirschwasser (bahasa Jerman, yang berarti "cherry water", minuman beralkohol yang terbuat dari buah cherry). Di bagian tengah bolu ada satu lapis cream berwarna keunguan berisi buah cherry, di bagian itulah kita bisa menemukan rasa kirschwasser sesungguhnya yang sangat tajam dan menyengat .

Makan Black Forest cake di tempat asalnya akan menjadi kenangan tak terlupakan bagi kami.

Melihat Isi Dunia


Kebanyakan orang memang suka bepergian, entah di dalam negeri atau ke luar negeri. Tetapi mungkin setiap orang pada saat bepergian mempunyai tujuan yang berbeda-beda. Contohnya, pergi ke Hongkong untuk berbelanja pakaian. Atau, pergi ke Israel untuk berziarah. Atau mungkin pergi ke Mexico untuk mencoba the original Tacos dan membeli sebuah sombrero (Mexican Hat, red). Bisa dikatakan saya dalam bepergian tidak pernah memiliki tujuan pertama, yaitu berbelanja. Saya pasti akan memilih tujuan kedua dan ketiga.

Saya sangat suka pergi ke tempat-tempat yang terkenal dengan pemandangan yang indah, atau dengan bangunan-bangunan kuno bersejarah. Ya, saya ingin melihat isi dunia!. Pada saat saya melihat pemandangan yang menakjubkan, saya selalu membayangkan betapa hebatnya Sang Pencipta, dan pada saya menyaksikan bangunan antik dan elok, saya akan tertarik untuk mengetahui sejarah di tempat tersebut, karena saya yakin pasti ada cerita menarik di tempat itu. Wow!

Pada artikel selanjutnya, saya akan menceritakan pengalaman-pengalaman saya pada saat jalan-jalan alias travelling dan apa yang menarik di tempat tersebut dll. Jika ada teman-teman yang tertarik untuk membagikan pengalaman jalan-jalannya ke tempat lain, saya dengan sangat senang hati. Atau ada yang ingin tanya soal info jalan-jalan juga boleh.