Friday, July 24, 2009

Brussels, Surga Cokelat Bersejarah





Wellington Museum

16 Februari 2009 pagi hari, kami telah bersiap di stasiun kereta Gare du Nord, Paris untuk melanjutkan perjalanan menuju Brussels (Perancis : Bruxelles), ibukota negara Belgia dan ibukota Uni Eropa.




Belgium Wafel

Perjalanan dari Brussels ke Paris dengan kereta api memakan waktu kurang lebih 3 jam. Sesampai di sana, kami langsung ke tempat informasi dan meminta selembar peta kota Brussels. Kami memang sudah berencana untuk pergi ke kota Waterloo, kota kecil di dekat Brussels, kota tempat kekalahan Napoléon Bonaparte. Sesudah keluar stasiun, kami membeli tiket bus ke Waterloo. Sebenarnya kami ingin mengunjungi monument peringatan Battle of Waterloo, Top of the Lion Mound, tapi berhubung jarang ada bus ke arah sana pada saat itu, kami memutuskan untuk berkunjung ke Museum Wellington yang terletak persis di seberang pusat informasi tersebut. Wellington Museum tidak begitu besar, berisi tentang benda-benda peninggalan di waktu perang antara Perancis yang dipimpin oleh Napoleon Bonaparte dan Tentara Sekutu Inggris, Rusia, Austria dll.




Hotel de Ville

Setelah mengunjungi museum, kami kembali ke Brussels. Kami turun di North Station, kemudian naik MRT sampai ke Main Station, karena tempat tinggal kami memang di daerah Main Station (Kami sengaja memilih tempat tinggal di daerah tersebut karena pada hari kedua kami akan berangkat dari Main Station menuju Heidelberg).

Sehabis menaruh koper kami nan berat itu, kami langsung berjalan menuju Grand Place (Grote Market) yang merupakan pusat perdagangan di Brussels, dikelilingi oleh bangunan-bangunan kuno berumur sekitar 300 tahun yang sangat indah. Toko cokelat pun tersebar di area Grand Place, salah satunya yang terkenal adalah Neuhaus.




Manneken Pis

Di Grand Place, ada sebuah bangunan bergaya Gothic terkenal Town Hall yang lebih dikenal dengan nama Hotel de Ville dalam bahasa Perancis (Belanda: Stadhuis). Hotel de Ville memiliki menara setinggi 96 meter di bagian tengahnya, pada malam hari lampu yang memancar dari dalam bangunan ini membuatnya semakin indah.

Berjalan ke arah belakang Hotel de Ville, di salah satu pojok perempatan jalan, ada patung seorang anak kecil yang sedang pipis. Manneken Pis (Belanda: little man urinating, Perancis: petit Julien), merupakan lambang kota Brussels. Ada banyak cerita mengenai legenda Manneken Pis ini. Tapi yang paling banyak diketahui orang-orang adalah bahwa anak kecil ini mengencingi sebuah bom yang hampir meledak untuk menyelamatkan kota.




Bus wisata keliling Brussels

Hari berikutnya hujan. Kami tetap berjalan ke arah Grand Place. Kemudian belok ke arah Catedral, hujan semakin lebat. Dari catedral, berjalan terus ke arah stasiun (entah stasiun utara atau yang lainnya) kemudian ada sebuah bus bertuliskan “Visit Brussels Line“. Kami bertanya pada sang petugas, ternyata, bus tersebut adalah bus pariwisata keliling Brussels. Satu tiket berlaku untuk satu orang dan satu hari. Bus melewati 14 (kalau tidak salah) tempat terkenal di Brussels (Atomium, Manneken Pis, Markas Uni Eropa, Museum Kartun dll) dan di beberapa tempat kita bisa turun untuk berfoto. Kami turun di Atomium, membeli tiket kemudian naik ke setiap “titik atom“ (total ada 9 buah) dengan lift atau tangga. Atomiun merupakan monumen yang dibangun untuk sebuah Expo di tahun 1958. Di dalam Atomium, ada sebuah cafe kecil, kami membeli dua buah wafel, kue manis kotak-kotak bertabur tepung gula di atasnya. Rasanya enak sekali! pinggir-pinggir jalan juga banyak sekali kios-kios penjual wafel dengan berbagai rasa.




Salah satu toko cokelat di Brussels

Sehabis mengunjungi Atomium, kami menunggu bus datang di depan monument unik tersebut sambil berfoto. Setelah bus datang kami langsung kembali ke daerah Grand Place untuk makan siang di sebuah restoran steak. Kemudian kami mengunjungi sebuah toko cokelat yang ramai, dan membeli beberapa box cokelat untuk oleh-oleh dan beberapa buah Praline (the filling for chocolate ) rasa cointreau orange, almond dll. Enak loh! Sehabis membeli sekantong cokelat, kami langsung berkunjung ke Chocolate Museum (Musee de Cacao et du Chocolat) di dekat sana.

Brussels, kota bersejarah, bangunannya unik, surga cokelat!

0 comments: