Wednesday, July 29, 2009

Memajukan Pariwisata Indonesia





Candi Borobudur



Indonesia dijuluki "Zamrut Khatulistiwa". Baiknya kita mulai terlebih dahulu dengan kata "khatulistiwa", adalah garis imajinasi yang membagi bumi menjadi dua bagian, utara dan selatan. Indonesia terletak di area garis khatulistiwa, oleh karena itu, ia beriklim tropis, tumbuh-tumbuhannya beraneka ragam. Dan "zamrut" adalah nama sebuah batu mulia atau batu permata indah yang berwarna hijau. Dua kata ini menunjukan bahwa Indonesia dikenal sebagai negara yang indah. Selain kaya akan rempah-rempah yang dahulu selalu menarik perhatian bangsa-bangsa negara barat, Indonesia juga kaya akan pemandangan alam yang sangat indah. Dari Sabang sampai Merauke, 13.660 buah pulau, terbentang lukisan indah tangan Sang Pencipta.

Sumatera Utara : Danau Toba dan Pulai Samosir, Nias, dll
Sumatera Barat : Ngarai Sianok, Danau Singkarak, Danau Maninjau, dll
Jakarta : Tugu Monas, Taman Mini, Museum-museum sejarah, dll
Jawa Barat : Kebun Raya Bogor, Gunung Tangkuban Perahu, Kawah Putih, dll
Jawa Tengah : Candi Borobudur, Candi Prambanan, Candi Mendut, Malioboro, dll
Yogya : Parangtritis, Gua Selarong, dll
Jawa Timur : Gunung Bromo, Gunung Ijen, Gunung Semeru, dll
Bali : Tanah Lot, Pantai Kuta, Pantai Sanur, Pura Besakih, Sangeh, Legian, Ubud, Tampaksiring, Uluwatu, dll
Lombok : Pantai Senggigi , dll
Kalimantan : Pulau Derawan, dll
Sulawesi Utara : Bunaken, dll
Sulawesi Selatan : Tanah Toraja, dll
Nusa Tenggara : Danau Kelimutu, dll
Irian Jaya : Pulau Raja Ampat, dll

Banyak sekali bukan? Itu hanya sebagian kecil yang saya tahu. Masih banyak tempat indah lainnya di Indonesia. Tapi sejujurnya saja saya sangat sedih, banyak tempat wisata di Indonesia yang tidak memperoleh perawatan, sehingga semakin lama semakin rusak. Hal ini amat sangat disayangkan. Bila industri pariwisata di Indonesia bisa berkembang, saya yakin, hasilnya akan sangat berguna bagi pembangunan negara.




Gunung Bromo



Saya tinggal di Beijing, China sejak 2003, sudah 6 tahun saya di sana dan setiap tahun saya pasti pergi ke beberapa tempat wisata di China. Pada umumnya industri pariwisata di China sudah maju dan baik perawatannya. Saya rasa tidak ada salahnya jika Indonesia belajar dan mencuri sedikit ilmu tentang pariwisata di China. Di bawah ini adalah tips-tips sederhana yang bisa saya uraikan dari pengalaman saya memperhatikan tempat-tempat wisata di China dan yang bisa dijadikan pelajaran bagi industri pariwisata di Indonesia.

KEPRAKTISAN TRANSPORTASI
Transportasi merupakan sarana yang paling penting bagi jalannya industri pariwisata di suatu tempat. Saya rasa, tingkat kepraktisan sarana transportasi di suatu tempat akan mempengaruhi banyaknya jumlah wisatawan. Di ibukota Cina, Beijing, ada beberapa alat transportasi seperti:
Subway alias kereta yang biasa disebut MRT dan LRT.
Subway di kota Beijing sampai tahun 2009 ada 7 jalur yang bertitik di tempat2 pokok kota Beijing.
Bus umum
Tersedia berbagai macam jalur dan arah tujuan, relatif aman dan murah.
Taksi
Tersedia 24 jam dan tidak perlu menelepon untuk memanggil taksi karena banyak di jalanan, aman, tapi memang harga tidak terlalu murah.
Mungkin sulit bagi Indonesia untuk menciptakan kereta dalam kota subway seperti Beijing, tapi ada baiknya Indonesia mencoba untuk menciptakan kepraktisan yang lebih bagi para wisatawan. Contoh: di kota Bandung sangat sulit menemukan taksi di jalanan. Dengan kata lain, taksi di kota Bandung sangat jarang. Memang kita bisa memanggil taksi melalui telepon. Tetapi kadang kala kita harus menunggu lama barulah taksi itu datang. Masalah kedua, supir-supir taksi kadang menyalahi aturan, yaitu tidak mau memasang argo sehingga secara ekstrim kami merasa bahwa kami diperas. Kemudian, tidak jarang juga kejahatan oleh supir kepada penumpang terjadi di dalam taksi. Oleh karena itu, saya menghimbau agar perusahaan jasa taksi lebih mendidik para supir serta memperbanyak jumlah taksi di jalan.




Danau Kelimutu



KEBERSIHAN
1. Memperhatikan kebersihan tempat-tempat wisata. Ada baiknya pemerintah menyediakan banyak tempat sampah di tempat-tempat wisata. Bila tempat sampah tidak memadai jumlahnya, para pengunjung lebih cenderung untuk membuang sampah sembarangan karena mereka pada umumnya malas untuk menyimpan sampah sampai mereka menemukan tempat sampah.
2. Membuat peraturan bagi pengunjung yang membuang sampah sembarangan atau meludah sembarangan. Contoh: denda sebesar Rp.100.000. Mengenakan denda bagi pelanggar tak perlu dalam jumlah besar. Rp.100.000 pun akan membuat si pelanggar jera.

KEASRIAN

1. Ada baiknya pemerintah menyisihkan sedikit dana untuk menanam pohon dan bunga-bunga di sekitar tempat wisata. Hal ini bermanfaat bagi keasrian daerah sekitar tempat wisata dan bisa membantu mengurangi polusi udara di daerah tersebut.
2. Membuat peraturan bagi pengunjung yang menyabuti bunga di sekitar tempat wisata.

PERAWATAN
Perawatan termasuk benda-benda dan bangunan bersejarah serta lingkungan tempat wisata. Contoh, di daerah wisata pantai baiknya dibangun batu-batu pencegah abrasi. Di daerah wisata candi, ada baiknya benda-benda bernilai sejarah tinggi ditutupi oleh kaca untuk menghindari pengunjung yang usil memasukan sampah ke antara patung-patung atau merusak, mencoreti, menggores benda-benda tersebut. Jalan masuk menuju daerah Kawah Putih (Bandung) sebaiknya diperbaiki demi kenyamanan para pengunjung.

KEAMANAN DAN KETERTIBAN
Keamanan di tempat wisata merupakan salah satu faktor penting akan majunya sebuah industri pariwisata. Contoh:
1. Jalan masuk menuju daerah wisata Tangkuban Perahu (Jawa Barat) yang dekat dengan jurang lebih baik diberi pelindung kayu ataupun besi agar tidak membahayakan kendaraan-kendaraan.
2. Menertibkan para pedagang asongan di daerah wisata agar tidak mengerumuni, memaksa para pengunjung, bahkan mencopet ataupun merampok.

Semoga pariwisata Indonesia bisa semakin maju dan berkembang.

3 comments:

Kenali dan Kunjungi Objek Wisata di Pandeglang said...

Sepakat bro !!! mari kita majukan pariwisata Indonesia !!!

Muliblog-Campur-Aduk said...

Bila dibandingkan dengan luar negri, sebenarnya potensi pariwisata Indonesia sangatlah kaya. Tetapi yang disayangkan adalah banyak orang indonesia sendiri yang terlalu menganggap remeh potensi negaranya sendiri. Lebih memilih berlibur ke luar negri daripada menjelajahi kekayaan alam dan budaya Indonesia. Mulailah dari diri kita sendiri sebagai masyarakat untuk menunjang pariwisata, dengan mengunjungi tempat wisata di negri sendiri, serta menjaga kelestarian dari tempat wisata tersebut. Semoga pariwisata Indonesia bisa semakin maju.

RIZKI YUDHISTIRA said...

dengan memajukan pariwisata indonesia diharapkan dapat meningkatkan pariwisata indonesia
Kenali dan Kunjungi Objek Wisata di Pandeglang