Tuesday, July 14, 2009

Salzburg, Kota Cantik Kampung Halaman Mozart



Palace of Mirabell

Salzburg, salah satu kota terindah di Austria, dan merupakan kota penarik wisatawan terbanyak kedua setelah Vienna, sang ibu kota. Sungai Salzach yang mengalir melewati kota ini menambah daya tarik bagi para turis asing. Selama abad ke-19, sungai ini menjadi jalur transportasi penting dalam bidang ekonomi perdagangan, terutama antara Austria dan Jerman (karena sungai ini memang mengalir dari Austria ke Jerman). Dan “garam” menjadi alat pembayaran transportasi sungai tersebut di jaman itu. Oleh karena itu, kapal-kapal di atas sungai Salzach sedikit banyak berisi “garam“. Dan nama “Salzburg” yang berarti “Salt Castle” (Kastil Garam) tentu saja berhubungan erat dengan nama sungai Salzach.




Mozart Geburthaus

Muliadi dan saya berangkat naik kereta dari Munich ke Salzburg tanggal 1 Februari 2009 pagi hari. Di Munich, udara memang dingin karena selama kami singgah di sana, langit selalu mendung dan kadang turun sedikit salju. Sebelum sampai di Salzburg, kami berharap cuaca di sana akan lebih baik. Saat kami baru masuk ke pinggiran kota Salzburg, matahari bersinar dengan indahnya. Kami tentu senang, karena di cuaca yang cerah, hasil foto-foto kami akan lebih baik dibandingkan foto-foto di cuaca mendung. Setelah turun dari kereta, ya memang udara cerah, tapi kami berdua otomatis langsung mengigil. Udaranya ternyata lebih dingin, karena sehari sebelumnya di Salzburg turun salju lebat, hari keduanya salju mulai mencair karena tersinari matahari. Salju yang mulai mencair akan membuat udara sekitarnya menjadi lebih dingin, Brrrr... Setelah kami turun dari kereta, tak lama kami melihat seorang gadis menggendong sebuah bass besar, kemudian Muliadi langsung berkomentar:“Memang ini kota pemusik!“. Ya, Salzburg adalah kota kelahiran sang komponis luar biasa, Wolfgang Amadeus Mozart.




View from Salzach River

Kami sarapan di Burger King Salzburg Hbf (Salzburg Rail Station), sebuah cheese burger dan segelas kopi. Nikmat sekali dingin-dingin minum kopi susu panas. Hmmnn.. Kemudian kami langsung menitipkan koper kami di kotak penitipan otomatis, setelah itu membeli 2 buah Salzburg Card (sebagai tiket masuk ke museum-museum dan naik transportasi umum) seharga 24euro/buah. Dari stasiun, kami naik bus ke Mirabellplatz, mengunjungi Palace of Mirabell (bahasa Jerman: Schloss Mirabell) yang merupakan sebuah istana dengan taman yang indah.

Kami melewati Mozarteum (universitas musik dan drama yang dibangun untuk mengenang Mozart), kemudian menuju sisi sungai Salzach, air sungainya bening, di sisi sungai terjajar bangunan-bangunan yang bentuk dan warnanya unik. Pemandangannya di situ luar biasa indahnya, apalagi karena ia tertutup salju. Di seberang sungai, ada jalan bernama Getreidegasse, dan di situlah Mozart Geburthaus (Mozart Birthplace) berada. Kami langsung masuk, sambil mendengarkan musik-musiknya, kami sambil melihat-lihat. Di dalamnya seperti museum, banyak benda-benda peninggalan Mozart. Tempat selanjutnya, Toy Museum (Museum Mainan Anak-anak), Dom (Cathedral) dan beberapa museum kecil lainnya.




Salzburg City

Tempat terakhir yaitu sebuah kastil di atas gunung, memang agak capai dan sulit untuk naik ke sana, karena jalannya menanjak dan tertutup salju. Tapi Anda takkan pernah menyesal setelah sampai di atas. Karena di atas kita bisa melihat pemandangan seluruh kota Salzburg. Seperti mimpi rasanya bisa melihat pemandangan seindah itu.

P.S : Haha.. mungkin orang-orang seringkali rancu antara Austria dan Australia. Di toko-toko souvenir, kami banyak melihat T-shirt bertuliskan “No Kangaroo in Austria”.

0 comments: