
Berlin Bear
Tanggal 7 Februari 2009, Muliadi dan saya naik kereta dari Heidelberg menuju Berlin, ibu kota negara Jerman. Sesampai di sana, saya melihat banyak sekali patung beruang, entah yang terbuat dari plastik ato yang benar2 berbulu cokelat seperti beruang sesungguhnya. Ternyata beruang memang merupakan lambang kota Berlin, dan di seragam tentara Berlin memang ada gambar seekor beruang hitam.
Sisa Tembok Berlin
Kami hanya berbekal satu lembar peta kota Berlin pada waktu itu, dan sebelumnya kami memang sudah mencatat nama-nama tempat yang perlu kami kunjungi. Kami menginap di daerah Chausestrasse (dekat dengan stasiun subway). Dari tempat tinggal kami, tempat yang terdekat adalah Berlin Wall (bahasa Jerman "Berlin Mauer"), tembok terkenal dalam sejarah dunia. Kami berjalan kaki kira-kira 15 menit untuk sampai ke sana. Sesampainya di posisi yang bertuliskan "Berlin Wall" pada peta, kami kebingungan. "Hah? di mana temboknya? jangan-jangan itu temboknya" , itu kata-kata yang terlontar dari mulut saya ketika itu. Karena memang sekilas tempat tersebut begitu sepi, tak ada turis di sekitarnya dan hanya ada tembok berwarna putih yang kira-kira tingginya 2,5 meter dan tidak panjang.
Ilustrasi dari sebuah kartu pos
Sambil tetap kebingungan, kami terus berjalan ke depan, dan tak lama kemudian kami menemukan sebuah bangunan kecil di seberang tembok itu. Kami masuk ke bangunan itu, dan di dalamnya ditayangkan video mengenai sejarah Berlin Wall. Ya, tembok putih yang kami liat itu adalah sisa dari tembok Berlin. Di sebelah gedung, ada tangga besi sekitar 4 tingkat tingginya. Kami naik sampai ke lantai paling atas, dan terlihatlah tembok Berlin yang sesungguhnya. 
Brandenburger Tor
Berlin Wall ternyata bukan hanya tembok satu lapis, tetapi di belakang sebuah tembok ada lahan kosong dan barulah ada satu tembok lainnya. Banyak kisah tragis di dalam sejarah Berlin. Yang membuat saya sangat terkesan adalah saat melihat sebuah kartu pos bergambar sepasang saudara kembar yang masih bayi yang terpisah di berlin barat dan berlin timur.
Tempat berikutnya adalah Brandenburger Tor (Brandenburg Gate) yang merupakan gerbang utama untuk masuk ke kota Berlin ketika Berlin belum bersatu. 
Checkpoint Charlie
Setelah itu kami berjalan ke Reichstag yang merupakan gedung parlemen Jerman, di bagian atas gedung itu ada sebuah kubah kaca, kita bisa masuk dan naik ke sana, tapi saat itu antrian sangat panjang, jadi kami memutuskan untuk melihatnya saja dari luar. Terakhir kami mengunjungi Checkpoint Charlie, letaknya tak jauh dari Potsdamer Platz (Potsdamer Square), pusat keramaian kota Berlin, ada sebuah mall besar bernama Sony Centre. Checkpoint Charlie berlokasi di Friedrichstrasse, adalah bagian dari Tembok Berlin yang membatasi Berlin timur dan barat selama Perang Dingin. Berlin timur dikuasai oleh Uni Soviet dan Berlin barat dikuasai oleh Amerika Serikat.
Berlin, kota bersejarah dengan kisah yang mengharukan..
Saturday, July 11, 2009
Kisah Dari Berlin
Labels: Europe Series
Posted by Veronica Vania at 12:16 AM
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments:
Post a Comment