Thursday, July 16, 2009

Valentine's Day in Paris, Unforgettable Moment





Catedrale du Notre Dame

Saya pernah berkata kepada pacar saya bahwa impian saya sangatlah banyak, salah satunya adalah pergi ke Paris, ibukota negara Perancis dan berfoto di depan Menara Eiffel.

Tuhan itu baik, Dialah yang mewujudkan impian saya itu. Thanks (again) God!

Seperti yang saya katakan dalam artikel Berlin, kami sudah merencanakan semua perjalanan selama saya berada di Eropa. Muliadi memang sengaja mengatur jadwal perjalanan pada tanggal 14 Februari ke Paris, The Most Romantic City, begitu kata orang-orang. Pada hari itu pagi-pagi, Heidelberg turun salju yang cukup lebat, walau demikian kami tetap bersemangat untuk pergi ke stasiun kota. Kami naik kereta cepat jenis ICE dari Heidelberg menuju Paris (east station) pukul 09.45 dan tiba di Paris sekitar pukul 13.00. Dan saat perjalanan itulah, pertama kalinya saya merasakan alat transportasi darat dengan kecepatan 300 km/jam, nyaman dan luar biasa rasanya, seperti melayang!




Inside Catedrale

Setiba di Gare du Nord (Paris East Station), kami langsung berjalan kaki menuju tempat tinggal kami di Jalan Rue de Runkerque. Seperti mimpi rasanya bisa menginjakkan kaki di kota itu. Saya langsung bersemangat untuk menjelajahinya. Setelah kami menaruh barang bawaan, kami langsung berjalan menuju stasiun subway terdekat dan langsung membeli 2 buah tiket Paris Visite (tiket subway yang berlaku selama 48 jam). Kemudian kami langsung meluncur ke pulau Cité, pulau kecil di tengah Sungai Seine yang membelah kota Paris. Kami mampir ke Cathédrale du Notre Dame de Paris yang merupakan salah satu gereja Catedral terindah di Eropa, di bagian depan ada dua buah menara lonceng. Di dalamnya pun sangatlah unik, ukiran-ukiran serta kaca berwarna-warni.




Tour Eiffel

Sesudah itu, kami menuju Champ dé Mars Tour Eiffel, saat keluar dari pintu subway, apa yang terlihat? Eiffel Tower! Menara unik yang biasa saya lihat di televisi ato di majalah, kini benar-benar berada di depan mataku. “Aku mau pingsan.” kataku kepada Muliadi. Kemudian dia agak panik dan berkata “Eh, jangan pingsan, rugi.” Saya memang tak jadi pingsan, hanya sedikit lebay. Kami berjalan sedikit kemudian menyebrang jalan, sampailah kami di lokasi Eiffel. Menara Eiffel merupakan lambang negara Perancis, bangunan tertinggi di Perancis dan salah satu bangunan terkenal di dunia, dibangun pada tahun 1889 dan dirancang oleh seorang yang bernama Gustave Eiffel. Di bawah menara tersebut, ribuan orang mengantri untuk membeli tiket naik ke menara dan kebanyakan adalah couple yang salah satunya menggenggam setangkai mawar merah. Muliadi juga tak mau ketinggalan, dia ingin membelikan saya setangkai mawar, tapi saya menolak. Saya berkata “Mawar valentine-mu sudah kuterima di Bandara Frankfurt am Main, lagipula rasa cinta tak selalu dilihat dari mawar-mawar yang kamu berikan“ (sebenanya saya ingin bilang “Aku lebih suka segenggam berlian daripada setangkai mawar merah.” Just kidding baby!).




Arc de Triomphe

Kami lapar pada saat itu, apalagi angin di sana cukup membuat kami berniat untuk berpelukan erat. Nampaknya orang-orang di sana juga membutuhkan masukan kalori, antrian di kios penjual sosis kentang dan burger di bawah menara sangatlah panjang. Meskipun demikian kami tetap mengantri karena tak tahan lagi. Saat mengantri, saya melihat seorang wanita di sebelah saya duduk di kursi roda, tangannya membawa setangkai mawar, dan di belakangnya berdirilah seorang pria mendorong kursi rodanya. Saya menduga, pasti mereka adalah sepasang kekasih. Dan saya sangat terharu, cinta yang sejati adalah cinta yang tak memandang apakah pasangan kita cantik atau tidak, cacat atau tidak dll. Dan saya yakin, cinta seperti itulah yang disebut love without reason.



Muscles & Escargot


Kami akhirnya membeli 2 porsi kentang sosis, kemudian duduk di tepi taman di samping Eiffel. Kami makan sambil melihat bebek-bebek yang berlarian (jadi teringat ada seekor bebek putih yang sangat lucu, Hi buddy! How are you today?). Kami tidak jadi naik ke Eiffel, jika kami tetap mengantri, kami tak punya waktu lagi untuk berkunjung ke tempat lain. Kami akhirnya langsung menuju Charles de Gaulle Etoile. OMG! Arc de Triomphe muncul di depan mata kami! Kami berjalan ke bawahnya dan naik tangga ke atas. Sesampai di atas, hari sudah gelap dan.. Amazing! Tour Eiffel (Eiffel Tower) berhiaskan lampu, it was so nice! Kami berkeliling di atas Arc de Triomphe dan memperhatikan jalan-jalan di bawahnya, ada sekitar belasan buah jalan yang mengelilinginya, dengan kata lain pertemuan jalan-jalan tersebut adalah bangunan Arc de Triomphe.



Valentine’s Dinner

Hari itu kami tutup dengan makan malam di sebuah tempat bernama Cafés Richard. Kami teringat akan film layar lebar terakhir Mr.Bean Holiday yang menceritakan bahwa ia memenangkan undian berlibur ke Perancis. Di dalam film itu diperlihatkan bahwa ia pergi ke sebuah restoran dan memesan seporsi Muscles (clams, kerang red). Pergi ke Perancis, tentu saja kami pun ingin mencoba makanan khas Perancis. Kami memesan seporsi makanan mentah berisi Muscles, escargot (siput) dan udang. Sebelum menyantapnya, muscle dan siput harus diberi perasan air jeruk lemon dan ditaburi sedikit garam agar tidak terlalu amis. Rasanya unik sekali, memang aneh dan tak terbiasa makan makanan seperti itu.

Itulah hari Valentine yang kami lewati bersama tahun ini di kota Paris.

0 comments: