Zugspitze
Pegunungan Alpen merupakan rangkaian pegunungan terkenal di Eropa terbentang dari timur di Austria dan Slovenia, melewati Swiss, Jerman, Liechtenstein dan Italia, dan kemudian berakhir di Perancis di sebelah barat, puncak tertingginya adalah Gunung Mont Blanc (4807 meter) di terletak di perbatasan Perancis dan Italia. Tercatat ada 301 buah gunung di rangkaian tersebut.
Zugspitzebahn
Ini adalah pengalaman pertama kami menginjakan kaki di Pegunungan Alpen, tepatnya puncak tertinggi Alpen urutan ke-225 di Jerman yang diberi nama Zugspitze atau disebut juga Top of Germany, setinggi 2962 meter di atas permukaan laut dan berbatasan dengan Austria. Zugspitze juga merupakan tempat tujuan para pecinta ski dan snowboarding terpopuler di Jerman. Tanggal 23 Januari 2010 pukul 00.23 saya dan Muliadi dengan segala perangkat “perang dingin” (seperti jaket tebal, sepatu boot salju anti-licin, kaus kaki dua lapis, sarung tangan anti-angin, topi bulu) menaiki kereta api dari Heidelberg menuju sebuah kota wisata bernama Garmisch-Partenkirchen di negara bagian Bayern. Tepat pukul 8 pagi kami tiba di sana, dan langsung berjalan kaki menuju stasiun kereta ajaib bernama Zugspitzbahn. Ajaib? Ya, kereta tersebut bisa mendaki gunung, dan memang dirancang dengan cara kerjanya yang unik. Ratusan orang, wanita pria tua dan muda dengan pakaian dan perangkat ski lengkap pun telah berkumpul di tempat itu, antri untuk membeli tiket kereta. Warna-warna cerah pakaian mereka pun membangkitkan saya (yang sedang mengantuk) untuk berpetualang di “atas“ sana.
2962 meters high
Kereta melaju, mendaki, dan hanya satu kalimat yang bisa saya ucapkan terus menerus, “Sungguh luar biasanya Sang Pelukis alam semesta ini!”, salju putih bersih menyelimuti pegunungan, sang surya pun tak lupa membagikan kehangatannya. Kira-kira satu jam kemudian kami tiba di ketinggian 2600 meter, kami menikmati indahnya alam sambil melihat orang-orang meliuk-liuk di atas salju. Karena kami tidak bisa bermain ski dan memang tidak punya peralatan ski, kami hanya mencoba menginjakan kaki di atas salju empuk yang mencoba mengubur kaki kami sampai lutut. Dan takkan pernah terlupakan pengalaman kami berbaring di atas salju Alpen sambil menikmati samudera angkasa.
Pegunungan berlapis-lapis
Setelahnya, kami langsung menaiki kereta gantung yang mampu membawa 100 orang menuju ketinggian 2962 meter. Setibanya, saya mulai merasakan apa yang dinamakan “mountain sickness” dalam bahasa Inggris. Awalnya kami mulai merasa pusing, cepatnya denyut jantung, apalagi sehabis menaiki tangga-tangga di dalam gedung, tapi setelah beberapa menit rasa tersebut akan hilang dengan sendirinya, karena kami lupa setelah melihat uniknya pegunungan Alpen yang terlihat membentang dan berlapis-lapis dari puncak Zugspitze. Dari atas sana, kami bisa menyaksikan empat negara sekaligus, yaitu Jerman, Austria, Swiss dan Italia, luar biasa bukan? Hari itu pun menjadi pengalaman pertama kami makan siang di tempat setinggi 2962 meter. Uniknya di depan rumah makan tempat kami makan tersebut, ada sebuah papan bertuliskan “Deutschlands höchster Biergarten” yang berarti The highest Beer Garden in Germany.
Danau Eibsee
Sehabis makan siang kami kembali naik kereta gantung untuk turun ke perhentian Danau Eibsee. Danau yang juga tak kalah indahnya dengan pemandangan di “atas” tadi, danau yang membeku dan diolesi salju nan murni, berlatarbelakangkan gunung berpuncak putih, di bawah birunya langit. Itulah pengalaman kami satu hari di atas Alpen. Kami pun kembali ke Garmisch-Partenkirchen dengan si kereta ajaib kemudian melanjutkan perjalanan dengan bus ke tujuan berikut, Hohenschwangau.
Friday, March 12, 2010
Satu Hari Menginjak Alpen
Labels: Europe Series
Posted by Veronica Vania at 9:59 AM
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 comments:
Post a Comment