Tuesday, January 19, 2010

Christmas 2009, Special Day in Rome





Basilika St.Petrus


Walaupun event ini sudah agak basi, tapi tidak ada salahnya bila saya kembali menceritakan pengalaman ini, toh ada pepatah yang mengatakan bahwa late is better than never.

Sebelumnya saya tak pernah berpikir untuk melewati tgl 25 Desember di kota Roma (dan Vatikan), Italia dan melihat secara langsung pemimpin agama Katolik dunia yang sekarang, Paus Benediktus XVI (atau disebut Papa Benedetto oleh orang-orang Italia). Saya berangkat pada hari Kamis tanggal 24 Desember 2009, sore hari pukul 4, dari stasiun kota Heidelberg di Jerman menuju kota Roma di Italia. Perjalanan memakan waktu total 17 jam, melewati kota Munich (Jerman), negara Austria, dan kota-kota penting di Italia seperti Verona, Bologna, Florence dan akhirnya berakhir di stasiun pusat Roma Termini.




Paus Benediktus XVI

Kami tiba di sana pukul 9 pagi, kemudian langsung berjalan kaki menuju sebuah backpackers hotel yang terletak di Jalan Via Marsala, persis di sebelah timur stasiun. Hotel-hotel untuk para backpacker di kota Roma berkumpul di sekitar stasiun Termini. Praktis bukan? Sehabis kami menaruh sebagian barang bawaan kami, kami memulai perjalanan di kota kuno itu dengan sarapan di sebuah restoran fast food kecil penyaji pizza bernama Pizza & Vizi. Sehabis makan kami langsung membeli tiket MRT 24 jam dan berhenti di Ottaviano. Sesampainya di sana kami harus berjalan lagi sedikit ke arah kiri setelah keluar dari stasiun MRT, dan kemudian menemukan tembok pembatas berwarna kuning. Ya, itu tembok pembatas negara berdaulat terkecil di dunia, Vatikan yang berada di dalam kota Roma.
Terlihat jelas jutaan orang pergi ke sana di hari Natal yang cerah itu. Setelah melewati benteng itu, terlihatlah bangunan gereja yang amat megah, itulah Basilika Santo Petrus, tempat suci bagi umat Katolik seluruh dunia, di mana orang-orang berkumpul di hari Natal dan Paskah khususnya untuk mengikuti acara misa hari raya terbesar bagi penganut Katolik Roma itu.




Fontana di Trevi

Kami sampai di sana kira-kira pukul 11.30, kami menikmati indahnya Basilika dan tentu saja tak lupa kami mengabadikannya lewat kamera kami. Dan beberapa menit menjelang pukul 12, orang-orang di sana sudah berkerumun menghadap Basilika tepatnya terus melihat sebuah balkon bertutup kain merah tempat Paus berdiri memberikan pesan bagi seluruh umat dunia. Mereka berteriak : "Papa! Papa! Papa!" yang berarti "Paus", dan tak lama Papa Benedetto XVI muncul. Sebagai umat Katolik, saya sungguh bersyukur karena dapat pergi ke sana di hari Natal, dan melihat langsung sang Papa, seperti mendapatkan rezeki yang berlipat ganda. Sehabis memberikan sedikit pidato Natal dan berkat bagi umat, orang-orang mulai berhamburan keluar dan kami pun langsung melihat-lihat di beberapa toko sovenir di sekitar Basilika.




Colosseum

Kami kembali naik MRT dan kali ini menuju Spagna, berjalan melihat bangunan-bangunan khas Roma yang indah dan menarik, kemudian sampai di Piazza di Popolo di mana ada air mancur kecil dan di sampingnya ada 2 buah gereja kembar. Setelahnya kami berjalan menuju Fontana di Trevi yang merupakan air mancur terbesar di Roma dengan bangunan dan patung gaya baroque. Kami makan siang di sebuah restoran asli Italia, mencoba lasagna dan tortellini dan tak lupa memesan dessert Tiramisu. Rasanya makanan di sana sangat berbeda dengan masakan Italia di Indonesia yang sudah disesuaikan dengan lidah orang Indonesia, ini benar-benar asli dan luar biasa enak rasanya. Sehabis makan kami berjalan kaki ke Colosseum, salah satu bangunan gaya Roman yang terbesar dan yang paling terkenal di dunia karena sejarahnya. Di sanalah tempat pertunjukan yang spektakuler yang disebut Gladiator.

Keesokan harinya, kami menuju Circo Maximus, stadion pertandingan Chariot atau kereta kuda perang. Sesudah itu kami mengunjungi Palatino dan Foro Romano yang merupakan tempat peninggalan sisa puing-puing kota Roma. Sayang hari itu hujan mengguyur Roma. Tapi kami tetap berjalan langsung menuju Basilika di Santa Maria Maggiore di dekat stasiun yang juga merupakan salah satu Basilika terpenting kota Roma. Bangunannya unik dan besar, di dalamnya terbagi menjadi beberapa ruangan doa yang semuanya tersusun sangat megah dan indah, langit-langitnya berlapiskan emas.




Lasagna asli Italia

Kota Roma sangat unik untuk dikunjungi, bagi saya itu karena sejarahnya yang terkenal dan bangunan-bangunan khasnya. Di sana banyak sekali ditemukan gereja Katolik (karena memang pusatnya). Bahkan di satu jalan kecil pun bisa ditemukan 2 buah gereja Katolik yang letaknya bersebrangan atau bersebelahan.

0 comments: