Friday, January 11, 2013

Prague City in December

Di akhir tahun 2012 kami menyempatkan diri untuk berlibur ke Republik Ceko di Eropa Tengah. Kota pertama yang kami kunjungi adalah ibu kotanya, Praha (atau “Prague” dalam bahasa Inggris, “Prag” dalam bahasa Jerman). Kami berangkat pada tanggal 27 Desember pagi, naik mobil dari Heidelberg ke Praha memakan waktu kurang lebih 5 jam. Kami berhenti di perbatasan Jerman-Ceko untuk makan siang dan membeli stiker yang berharga 16 euro sebagai bukti pembayaran penggunaan jalan tol di Republik Ceko. Kami menuju hotel, sesudah menaruh barang bawaan, kami pergi keluar untuk makan malam saja, karena hujan dan hari sudah gelap. Hotel tempat kami tinggal terletak agak jauh dari pusat kota. Kami perlu naik MRT selama 20 menit untuk sampai di pusat kota.

Astronomical Clock
Keesokan harinya kami berangkat dari stasiun MRT Cerny Most (line B, warna kuning) menuju stasiun Mustek. Keluar dari MRT stasiun, tibalah kami di Wenceslas Square, salah satu tenda-tenda Christmas Market berkumpul. Christmas Market di Prague buka pada umumnya di akhir bulan Desember sampai awal bulan Januari. Berbeda dengan di Jerman yang buka di akhir bulan November dan tutup 2 hari sebelum hari Natal.
Tempat berikut yang kami kunjungi adalah Astronomical Clock yang terletak di Old Town Square. Jam antik yang dirancang untuk menunjukkan informasi-informasi astronomi seperti letak matahari, bulan dan zodiak. Jam ini berdentang setiap jam dan saat ia berdentang, muncullah kedua belas rasul Yesus yang berputar bergantian, dan di atas menara jam tersebut ada seorang yang akan memainkan terompet. Anda akan tahu kapan jam akan berdentang, yakni ditandai dengan banyak kerumunan orang yang menunggu di depan jam tersebut. Di Old Town Square juga ada Christmas Market yang cukup luas dengan pohon Natal yang besar dan sangat indah. Banyak tenda yang menjual mainan kayu untuk anak-anak, khususnya boneka kayu yang bisa digerakkan dengan tali-tali (Marionette). Di kota Praha ada sebuah theater terkenal untuk menonton pertunjukan Marionette di malam hari (http://www.mozart.cz/ ). Sayangnya kami tidak menonton, karena agak repot menonton pertunjukan dengan membawa bayi 10 bulan. Tapi jika Anda punya kesempatan untuk menonton, jangan lewatkan pertunjukan tersebut.
Pemandangan dari Charles Bridge
Di area Old Town juga ada sebuah gereja terkenal yang memiliki dua buah menara unik berbentuk seperti api, yaitu Church of Our Lady Before Tyn atau seringkali disebut Tyn Church. Bangunan gereja bergaya Gothic ini dibuka untuk umum, turis boleh masuk dan melihat isi gereja tersebut secara gratis tetapi ada larangan untuk memotret meski tanpa blitz. Sore hari kami menikmati kota Praha di atas Charles Bridge. Charles Bridge merupakan jembatan paling terkenal, melewati sungai Vltava, menghubungkan Old Town dengan Prague Castle. Jembatan yang dibangun di abad ke-14 di zaman Raja Charles IV ini dihiasi dengan patung-patung Santa/Santo bergaya Barok.
Jewish Synagoge
Keesokan harinya, kami naik Metro ke Namesti Republiky, kemudian berjalan menuju Powder Tower (ke arah barat daya), kembali ke Old Town area untuk melihat Saint Nicolas Church yang berlokasi di belakang Astronomical Clock. Kemudian kami berjalan melalu sebuah jalan yang agak besar di sebelah Nicolas Church, menyusuri jalan tersebut sampai ke Jewish Synagogue (yang disebut juga Old New Synagogue) dan Jewish Cemetery. Synagogue merupakan tempat ibadah orang-orang Yahudi, dan tak jauh dari situ terdapat sebuah lokasi pemakaman orang-orang Yahudi dengan batu-batu nisan yang rapat dan bertumpuk-tumpuk. Sayang sekali kami ke sana hari Sabtu, Synagogue dan Cemetery tidak dibuka.
Dancing House
Kami berjalan ke arah barat, melewati jembatan, menuju Prague Castle yang berada di atas bukit. Cukup lelah mendorong kereta bayi sambil naik ke bukit. (Para turis kebanyakan naik ke atas bukit dengan anak tangga, bagi yang membawa kereta bayi, bisa melewati jalan menanjak di sebelah gedung, jalannya memang agak tersembunyi). Tiket masuk ke Prague Castle tersedia dalam 2 jenis, yaitu long ticket atau short ticket. Dengan long ticket kita bisa masuk ke tempat atau area castle lebih banyak. Karena kami tidak punya banyak waktu, kami saat itu hanya membeli short ticket. Dengan short ticket, kita bisa masuk ke area Golden Lane (satu jalan kecil dan pendek dengan bangunan-bangunan kecil yang unik), Saint Vitus Cathedral (bangunan yang terlihat tinggi menjulang jika Anda berdiri di Charles Bridge), Basilica Saint George, dan Old Royal Palace. Jika Anda beruntung, Anda bisa menyaksikan upacara pergantian prajurit di Prague Castle. Sore hari kami berjalan menyusuri Sungai Vltava ke arah selatan dan menemukan Dancing House, yang termasuk dalam salah satu bangunan terunik di dunia.
Saint Vitus Cathedral
Makanan dan minuman khas Jika Anda pergi ke Ceko, Anda wajib mencoba beberapa makanan dan minuman khas berikut ini. 1. Roast Pork Knee Kaki babi panggang yang berukuran cukup besar, Recommended Restaurants: -Apropos Restaurant (http://www.restaurantapropos.cz ) -Mustek Restaurant (http://www.restaurantmustek.cz/new/) 2. Roast Duck with dumpling and red cabbage Bebek panggang yang disajikan dengan dumpling (dalam bahasa Ceko disebut “knedlík”, kalau di Jerman namanya Kloß atau Knödel, terbuat dari kentang atau tepung yang kemudian direbus, kalau menurut pengalaman lidah saya sendiri dumpling Ceko itu seperti kue bolu rebus yang terbuat dari kentang dan padat, tapi enak loh) dan asinan kol merah (kalau di Jerman namanya Rotkohl atau Blaukraut). Recommended Restaurant: -Kotleta (http://www.kotleta.cz/o-kotlete.html) 3. Sirloin with dumpling and cream Sirloin steak yang disajikan dengan bumbu, dumpling (+ kol merah) dan cream. Recommended Restaurant: -Kotleta 4.Potato Chips Kripik kentang goreng yang berbentuk spiral, dijual di pinggir-pinggir jalan atau di tenda Christmas Market. 5.Bir hitam Menurut saya, bir hitam Ceko tidak sepahit bir hitam lain. Bir di sana pun biasanya tersedia dengan berbagai macam jenis tetapi orang-orang bilang bir hitam lah yang patut dicoba. Dan pada umumnya, harga bir lebih murah daripada air putih. 6.Hot wine Di musim dingin, banyak penjual hot wine di tenda-tenda Christmas Market khususnya di area Old Town. Hot wine merupakan arak anggur merah (red wine) yang dipanaskan dan dicampur dengan rempah-rempah seperti kayu manis, bunga lawang (star anise), lemon, dll. Biasanya dijual dengan harga 40 CZK per gelas. 7.Hot pear/Hot apple Banyak restaurant pun menyediakan minuman khas musim dingin seperti hot pear dan hot apple. Jus pear/jus apel yang dicampur dengan rempah-rempah. Recommended restaurant: -Kotleta
Roasted Pork Knee
Informasi-informasi seputar Praha 1. Metro kota Praha terbagi atas 3 jalur, yakni Line A (warna hijau), Line B (warna kuning) dan Line C (warna merah). Ada berbagai macam tiket Metro, misalnya tiket sekali jalan (berlaku hanya 30 menit, dengan harga 24 CZK), tiket 24 jam, tiket 3 hari, tiket 5 hari, dll. Tetapi pengalaman kami di sana, kami hanya membeli 1 tiket sekali jalan untuk pergi dan untuk pulang, total pulang pergi 48 CZK per orang. Menurut saya, Anda tidak membutuhkan tiket 24 jam atau tiket 3 hari dll, karena Praha adalah kota yang memiliki banyak tempat menarik, dan lebih baik dijelajahi dengan berjalan kaki. Kalau Anda naik turun Metro, waktu seharian akan habis untuk naik turun escalator di Metro Station (Eskalator MRTnya panjang sekali). Pembelian tiket Metro bisa melalui dua cara, lewat mesin otomatis (hanya menerima uang coin), atau membeli langsung di loket (cukup menyita waktu untuk antri). 2. Saat membeli barang di toko souvenir, Anda bisa menawar harga barang tersebut. Si penjual biasanya akan memberikan potongan harga sekitar 50 CZK. 3. Tip restoran biasanya 10% dari jumlah total, biasanya pelayan restauran akan bilang bahwa harga yang tertera sudah atau belum termasuk service 10%. 4. Jika Anda berpergian dengan bayi atau balita, saya anjurkan untuk pergi tidak saat musim dingin. Selama di Ceko saya tidak menemukan toilet yang dilengkapi dengan meja ganti popok, meskipun hampir di semua restauran disediakan kursi makan bayi (baby chair). Saat itu terpaksa kami mengganti popok di luar ruangan dan yang pasti bayi kami kedinginan. Ada toko-toko drogerie yang menyediakan meja ganti popok seperti DM (Drogerie Markt) dan Rossmann, tapi toko-toko tersebut hanya saya temukan di area Mustek. Itulah pengalaman kami melewati hari-hari terakhir di tahun 2012, semoga informasi yang diberikan bisa bermanfaat bagi Anda semua khususnya yang hobi berlibur.

0 comments: