Wednesday, December 11, 2013

Dresden, Kota Yang Telah Dibangun Kembali

Dresden, ibukota negara bagian Sachsen di Jerman sebelah timur, terletak tidak jauh dari perbatasan Jerman dan Republik Ceko. Kota ini hancur pada waktu Perang Dunia ke-2, tetapi kemudian mulai dibangun kembali pada tahun 1990 setelah bersatunya Jerman Timur dan Jerman Barat. Kota Dresden adalah kota yang cukup besar, maka dari itu kami menginap 3 malam di sana, itu saja kami merasa kurang, karena ada beberapa tempat yang masih tidak sempat kami kunjungi.

Hofkirche
Hari pertama (5 Agustus), kami berjalan kaki dari hotel tempat kami menginap yang terletak di area Innere Neustadt, menyebrangi sungai Elbe melalui Augustusbrücke (Jembatan Augustus) dan sampailah kami di pusat kota Dresden, yang juga area historik kota ini. Dari atas jembatan, akan terlihat bangunan-bangunan megah dan indah seperti Katolische Hofkirche (sebuah bangunan gereja Katolik yang terbuat dari batu berwarna kuning kehitaman, terletak langsung di depan Augustusbrücke) dan Frauenkirche (bangunan gereja Kristen berkubah yang sangat indah). Kedua bangunan yang terlihat paling mencolok karena tinggi dan bentuknya yang khas).
Zwinger Palace
Selain kedua bangunan tadi, di daerahh ini ada beberapa tempat lain yang wajib dikunjungi. Zwinger Palace, istana bergaya Barok yang memiliki taman indah dan koleksi patung-patung porselen yang unik dan bernilai seni tinggi, terletak tak jauh di sebelah barat daya Hofkirche, jalan kaki sekitar 5 menit dari Hofkirche. Semperopfer, gedung opera terkenal yang dibangun pada tahun 1800 an, di gedung ini lah ditampilkan banyak karya terkenal, terletak di sebelah barat Hofkirche atau di sebelah utara Zwinger Palace. Di sebelah timur Hofkirche kita melewati Augustusstrasse (Jalan Augustus), di jalan tersebut terletak lukisan besar di dinding, Fürstenzug, menggambarkan raja-raja yang pernah berkuasa di Sachsen (Saxony). Kemudian lukisan sepanjang 100 meter tersebut diganti dengan porselen dan menjadi karya seni porselen terbesar di dunia. Fürstenzug berada tepat di dinding utara sebelah luar dari Stallhof (Stable Courtyard).
Fürstenzug
Dari situ berjalan ke arah timur, kita akan menemukan Frauenkirche (Church of Our Lady, sebuah gereja kristen Lutheran yang paling terkenal di Dresden dan menjadi icon kota tersebut. Gereja ini hancur dibom saat Perang Dunia ke-2 dan dibangun kembali setelah bersatunya Jerman tahun 1990. (FYI: di sekeliling Frauenkirche ada banyak restaurant dan cafe, yang menyajikan makanan asia, eropa dan amerika). Di Dresden, banyak pula museum terkenal seperti Deutsche Hygienie Museum, Transport Museum, dll. Dresden memiliki area perbelanjaan yang sangat luas, yaitu di daerah bernama Altmarkt (Old market) dengan salah satu pusat pertokoan terkenalnya Altmarkt Gallerie. Altmarkt bisa dicapai dengan berjalan kaki selama kurang lebih 5 menit dari Frauenkirche ke arah barat daya.

Frauen Kirche
Satu tempat lagi yang kami rasa layak untuk dikunjungi adalah Pfunds Molkerei, sebuah Milk Shop yang mengantongi gelar "Der Schönste Milchladen der Welt" (the most beautiful milk shop in the world) versi Guiness Book of Record, karena seluruh dinding dan langit-langit toko ini dihiasi oleh porselen-porselen bergambar klasik. Toko ini terletak di Bautznerstrasse 79, saat itu kami secara tidak sengaja karena toko ini terletak tak jauh dari hotel tempat kami menginap. Milk shop tentu saja menjual susu segar, keju, makanan khas lainnya, sabun mandi yang terbuat dari susu, dll. Sayang sekali pengunjung dilarang untuk memotret di dalam toko, tapi kita bisa melihat foto-foto di dalam toko tersebut di website ini http://www.pfunds.de/ Jika Anda hanya memiliki sedikit waktu singgah kota ini, jangan khawatir karena kita pun bisa mengelilingi kota Dresden dengan naik bus Dresdner Stadtrundfahrt (Dresdner sightseeing tour), bus bertingkat berwarna merah yang bermula di Theaterplatz an der Augustusbrücke (di depan Katolische Hofkirche atau di depan Jembatan Augustus). Kita bisa memilih diantara 4 jalur dengan harga berbeda, waktu itu kami memilih jalur pertama yang melewati 22 tempat, harga tiket 19 euro per orang. City tour ini adalah "hop in hop off", kita bisa turun atau naik di halte yang kita inginkan. Bus tersedia setiap 15-30 menit dari pk. 09.30-22.00. Jalur pertama (Linie 1) ini melewati tempat-tempat terkenal di Dresden seperti Semperoper, Zwinger, Frauenkirche, Altmarkt, Deutsche Hygienie Museum, Pfunds Molkerei, dll. Keterangan lebih lanjut bisa ditemukan di website http://www.stadtrundfahrt-dresden.de/

Dresdner Eierschecke
Ada dua macam makanan khas yang patut dicoba. Sächsischer Sauerbraten mit Kartoffel Knödel (Sour roast meat and potato dumplings in Saxony style) yaitu daging sapi yang telah direndam dengan cuka dan rempah-rempah selama beberapa hari, kemudian dimasak bersama bumbu berwarna cokelat, dan disajikan dengan bola-bola kentang. Dresdner Eierschecke, kue 3 lapis khas kota Dresden, lapis paling bawah adalah bolu tipis, lapis tengah campuran quark (sejenis sour cream) dan vanilla pudding (vla vanilla), lapis paling atas vanilla pudding. Kue ini mengambil nama "Schecke" karena pembuat kue ini terinspirasi oleh pakaian pria di abad pertengahan. Arsitektur bangunan-bangunannya yang unik dan indah, penduduknya yang ramah, makanan khasnya yang enak telah menjadikan Dresden sebagai salah satu kota favorit kami.

Monday, August 12, 2013

Beautiful Spa Town, Karlovy Vary

Pusat kota Karlovy Vary
Karlovy Vary, yang juga dikenal dengan nama Carlsbad, merupakan sebuah kota spa yang terletak di Bohemian (Republik Ceko) barat. Kota ini terkenal karena memiliki ratusan sumber air mineral yang tentunya juga dipercaya bisa menyehatkan badan. Tak salah jika setiap orang yang tinggal maupun yang berkunjung ke sana membawa sebuah cangkir porselen berbentuk unik kemana-mana. Di sana orang bebas menampung gelasnya dengan air mineral yang memancar dari setiap kran yang tersedia. Air di setiap kran memiliki suhu dan rasa yang berbeda. Vridelni Kolonada merupakan sumber air mineral yang terpanas, yakni sekitar 76 derajat Celsius dan memancar ke atas seperti air mancur. Letaknya tepat di dalam sebuah gedung abu-abu bertuliskan "Vridelni Kolonada" yang terletak di depan gereja St. Magdalena (gereja dengan dua menara berwarna hijau).
Cangkir porselen
Selain karena sumber airnya, Karlovy Vary juga merupakan kota yang sangat indah, bangunan-bangunan khas dan sungai air hangat yang mengalir di tengah kota ini pun telah menarik banyak wisatawan. Kota ini pun sering dijadikan lokasi syuting film, salah satunya film Casino Royale. Kita bisa menikmati keindahan kota ini dari atas menara Diana Lookout Tower. Untuk bisa sampai ke Diana Tower, kita harus naik kereta gunung dari stasiun Marianska (terletak di sebuah jalan kecil bernama Marianska, di sebelah hotel Pupp, di ujung jalan Stara Louka). Tiket kereta pulang pergi 80 kc per orang.
Penjual Oplatky
Karlovy Vary juga memiliki makanan dan minuman khas yaitu Oplatky dan Becherovka. Oplatky adalah wafel khas Karlovy Vary berbentuk bulat (agak besar kira-kira berdiameter 15 cm) dan tipis seperti hosti, tersedia dalam berbagai rasa, seperti vanila haselnut (original classic), cokelat, coconut, lemon dll. Becherovka adalah minuman beralkohol dengan rasa agak manis.

Tuesday, June 25, 2013

Arsitektur Indah di kota tua Colmar

Hari Senin tanggal 22 April lalu, saya dan keluarga pergi mengunjungi salah satu kota di daerah Alsace, Perancis yaitu kota Colmar, yang juga salah satu kota penjaring turis di Perancis karena arsitektur uniknya. Perjalanan dari Heidelberg menuju Colmar dengan mobil memakan waktu kurang lebih 2 jam. Sesampai di sana pagi hari kami menuju hotel, kemudian berjalan kaki dari hotel menuju ke pusat kota. Hotel berada di jalan Route de Bale, kira-kira 20 menit dari pusat kota dengan berjalan kaki.

Awalnya berencana hari Minggu untuk berangkat ke sana, tapi kami pikir hari Minggu di sana akan sepi karena toko-toko banyak yang tutup (pengalaman di Jerman, karena di Jerman toko-toko libur pada hari Minggu), ternyata datang ke Colmar pada hari Senin adalah sebuah keputusan yang salah. Di Colmar, sebagian toko-toko bahkan restaurant yang tutup pada hari Senin. Saat itu kami agak kesulitan mencari makan. Sebelumnya saya sudah mengincar beberapa restaurant di sana yang dinilai baik dan sangat populer di kalangan orang-orang pecinta kuliner. Tapi di antara beberapa restaurant tersebut, satupun tidak ada yang saya coba karena semuanya tutup. Akhirnya karena siang hari kita sudah lapar sekali, kita masuk ke sebuah restaurant Italia bernama Le Petite Schlossberg, ternyata makanannya pun enak dan porsinya agak banyak.
Setelah makan siang, kami punya tenaga lagi untuk menjelejahi kota itu. Atraksi utama kota ini adalah arsitektur kota tua ini, bangunan-bangunannya unik bentuknya dan indah karena warna-warnanya. Di sana juga ada beberapa museum seperti Unterlinden Museum dan Bartholdi Museum (Bartholdi adalah seorang pemahat Perancis yang merancang patung Liberty di New York, AS). Kami tidak masuk ke museum karena kami hanya punya waktu 1 hari di sana dan kami hanya ingin menikmati keindahan arsitektur kota ini.
Pada awalnya kami bingung ke mana kami harus berkeliling untuk melihat keseluruhan kota tua ini. Tapi pada akhirnya kami menemukan mobil-mobil pariwisata berwarna hijau yang disambung berbentuk kereta bernama Petit Train Touristique de Colmar, yang berpusat di depan Museum Unterlinden (alamatnya 2 rue Chauffour), dan kami ikut naik mobil tersebut dengan biaya 6 euro per orang, perjalanan sekitar 35 menit. Di dalam mobil tersebut kita bisa mendengarkan sejarah kota tersebut dalam berbagai bahasa (menggunakan headphone). Mobil ini melewati tempat-tempat terkenal di Colmar seperti Le Petite Venise (Little Venice, kanal seperti di kota Venice, Italia), Saint Martin Church (gereja tua berwarna merah keemasan), Koifhus (Old House), Fontaine Schwenti (air mancur kecil dengan patung Bartholdi di tengahnya).
Sehabis itu, kami berjalan lagi menyusuri area pertokoan di seberang gereja Saint Martin dan di daerah dekat Koifhus. Di sana banyak toko souvenir unik dan patisserie yang menggoda. Untungnya toko souvenir dan toko makanan banyak yang tidak tutup pada hari Senin. Kami masuk ke sebuah patisserie bernama Thierry Mulhaupt Patisserie yang beralamat di 6 Place de l‘École (alamat website http://www.mulhaupt.fr/en/patisserie-mulhaupt-colmar-55.html). Penasaran mencoba beberapa potong kue dan sekotak macarons dengan 12 macam rasa, ternyata semuanya enak, fresh dan harganya masih terjangkau. Sebenarnya kami sudah berencana mendatangi sebuah Patisserie bernama Gilg di 60 Grand-Ruhe (tidak jauh dari Le Petite Venise), tapi kami terlalu sore tiba di sana, jadi kami hanya melihat dari luar saja.
Le Petite Venise
Untuk makan malam, kami mencoba makanan khas Alsace di sebuah restaurant dekat Unterdenlinden Museum bernama Pfeffel (http://www.unterlinden.com/). Restaurant ini mudah ditemukan karena letaknya di pusat keramaian dan bangunannya mencolok berwarna merah dengan jendela berwarna hijau. Makanannya enak dan porsinya pas, pelayannya pun ramah, toiletnya sangat bersih, harganya tidak terlalu mahal. Hampir di semua restaurant di Colmar, kita bisa meminta petunjuk dalam memilih jenis dan rasa wine yang kita suka. Setelah makan malam, kami berjalan ke Le Petite Venice sekalian ke arah hotel, indah sekali Le Petite Venise di siang dan malam hari. Kunjungan ke Colmar perlu diulang mengingat kami belum puas menjelajahi toko-toko dan makanan di sana. Ingat, jangan datang pada hari Senin!

Friday, March 8, 2013

Cesky Krumlov, Kota Kecil Yang Menawan

Kota Cesky Krumlov dari atas kastil
Pusat kota Cesky Krumlov
Dari Kutna Hora kami menuju Cesky Krumlov, kota kecil di selatan Republik Ceko, perjalanan ditempuh selama kurang lebih 3 jam. Kami langsung menuju ke penginapan, menaruh barang-barang, kemudian mulailah kami berjalan ke arah pusat kota Cesky Krumlov (penginapan kami terletak di pinggiran kota, tapi tidak jauh karena kota tersebut pun sangat kecil). Hari semakin gelap, dan lampu-lampu kota mulai menyala, indah sekali, apalagi di daerah sekitar kastil Krumlov. Banyak toko unik di sana terutama toko mainan kayu untuk anak-anak. Malam itu hujan turun agak deras dan bercampur salju, kami langsung mencari restoran untuk berteduh dan memang karena kami belum makan malam. Restoran terdekat yang kami lihat adalah Restoran Konvice, terletak di Jalan Horni Ullce 144, di seberang Cathedral. Menu andalah di restoran ini adalah Lumber Jack Steak with baked Potatoes dan Rabbit with Cream Bacon Sauce. Walaupun ini adalah restoran sebuah hotel, tapi harga makanannya terjangkau dan rasanya enak. Untuk makanan penutup, ada berbagai pilihan seperti tiramisu, cheese cake dll, tapi yang khas adalah Poppy Seed Cake dan Honey Cake. Rasa honey cake nya tak kalah dengan Japanese Honey Cake loh! Sehabis makan kami kembali ke penginapan, hujan masih turun, cuaca dingin sekali, dan lantai sangat licin. Jadi saya sarankan jangan pergi ke sana di musim dingin. Apalagi kalau Anda membawa bayi seperti saya saat itu. Keesokan harinya, kami kembali ke pusat kota sebelum akhirnya kembali pulang ke Heidelberg. Pagi hari kami mampir ke Café Piazza di Jalan Kajovska (Jalan Kajovska 67, di dekat Wax Museum) untuk minum kopi dan makan Profiterolle (cream puffs ala Italia). Setelahnya kami berjalan menyebrangi sungai Vltava melalui sebuah jembatan kayu menuju ke Kastil Krumlov. Untuk memastikan tempat yang kita masuki adalah kastil Krumlov, lihatlah apakah di bawah gerbang depan kastil terdapat kandang beruang. Kita bisa melihat seluruh kota Cesky Krumlov dan sungai Vltava di tepinya dari atas kastil, luar biasa indahnya, ditambah hari itu cuaca sangat cerah. Pengunjung bisa masuk ke dalam kastil ataupun menikmati taman di belakangnya, tapi karena waktu kami terbatas, kami hanya melihat-lihat sebentar kemudian turun kembali ke kota untuk makan siang di Restaurant Jakub (Jalan Kajovska 54, tak jauh dari Cafe Piazza).

Thursday, January 17, 2013

Sedlec Ossuary, kapel berdekorasi tulang manusia

Bangunan Kapel
Dari Praha, kami melanjutkan perjalanan ke kota bernama Kutna Hora, kota kecil di Republik Ceko bagian tengah. Kutna Hora terkenal karena gereja-gerejanya, salah satunya adalah sebuah kapel kecil yang memiliki dekorasi dari sekitar puluhan ribu buah tulang manusia. Kapel ini berada di tengah-tengah pemakaman. Konon pada abad ke-14 terjadi wabah penyakit (Black Death atau “Kematian Hitam”) yang menewaskan puluhan juta penduduk Eropa. Pemakaman tersebut akhirnya dibongkar dan diperluas, tulang-tulang manusia yang terkubur di tanah pun diambil untuk dijadikan dekorasi kapel. Sebenarnya hal ini dimaksudkan untuk menghormati orang-orang yang sudah meninggal tersebut.
Dekorasi tulang-tulang di dalam kapel

Friday, January 11, 2013

Prague City in December

Di akhir tahun 2012 kami menyempatkan diri untuk berlibur ke Republik Ceko di Eropa Tengah. Kota pertama yang kami kunjungi adalah ibu kotanya, Praha (atau “Prague” dalam bahasa Inggris, “Prag” dalam bahasa Jerman). Kami berangkat pada tanggal 27 Desember pagi, naik mobil dari Heidelberg ke Praha memakan waktu kurang lebih 5 jam. Kami berhenti di perbatasan Jerman-Ceko untuk makan siang dan membeli stiker yang berharga 16 euro sebagai bukti pembayaran penggunaan jalan tol di Republik Ceko. Kami menuju hotel, sesudah menaruh barang bawaan, kami pergi keluar untuk makan malam saja, karena hujan dan hari sudah gelap. Hotel tempat kami tinggal terletak agak jauh dari pusat kota. Kami perlu naik MRT selama 20 menit untuk sampai di pusat kota.

Astronomical Clock
Keesokan harinya kami berangkat dari stasiun MRT Cerny Most (line B, warna kuning) menuju stasiun Mustek. Keluar dari MRT stasiun, tibalah kami di Wenceslas Square, salah satu tenda-tenda Christmas Market berkumpul. Christmas Market di Prague buka pada umumnya di akhir bulan Desember sampai awal bulan Januari. Berbeda dengan di Jerman yang buka di akhir bulan November dan tutup 2 hari sebelum hari Natal.
Tempat berikut yang kami kunjungi adalah Astronomical Clock yang terletak di Old Town Square. Jam antik yang dirancang untuk menunjukkan informasi-informasi astronomi seperti letak matahari, bulan dan zodiak. Jam ini berdentang setiap jam dan saat ia berdentang, muncullah kedua belas rasul Yesus yang berputar bergantian, dan di atas menara jam tersebut ada seorang yang akan memainkan terompet. Anda akan tahu kapan jam akan berdentang, yakni ditandai dengan banyak kerumunan orang yang menunggu di depan jam tersebut. Di Old Town Square juga ada Christmas Market yang cukup luas dengan pohon Natal yang besar dan sangat indah. Banyak tenda yang menjual mainan kayu untuk anak-anak, khususnya boneka kayu yang bisa digerakkan dengan tali-tali (Marionette). Di kota Praha ada sebuah theater terkenal untuk menonton pertunjukan Marionette di malam hari (http://www.mozart.cz/ ). Sayangnya kami tidak menonton, karena agak repot menonton pertunjukan dengan membawa bayi 10 bulan. Tapi jika Anda punya kesempatan untuk menonton, jangan lewatkan pertunjukan tersebut.
Pemandangan dari Charles Bridge
Di area Old Town juga ada sebuah gereja terkenal yang memiliki dua buah menara unik berbentuk seperti api, yaitu Church of Our Lady Before Tyn atau seringkali disebut Tyn Church. Bangunan gereja bergaya Gothic ini dibuka untuk umum, turis boleh masuk dan melihat isi gereja tersebut secara gratis tetapi ada larangan untuk memotret meski tanpa blitz. Sore hari kami menikmati kota Praha di atas Charles Bridge. Charles Bridge merupakan jembatan paling terkenal, melewati sungai Vltava, menghubungkan Old Town dengan Prague Castle. Jembatan yang dibangun di abad ke-14 di zaman Raja Charles IV ini dihiasi dengan patung-patung Santa/Santo bergaya Barok.
Jewish Synagoge
Keesokan harinya, kami naik Metro ke Namesti Republiky, kemudian berjalan menuju Powder Tower (ke arah barat daya), kembali ke Old Town area untuk melihat Saint Nicolas Church yang berlokasi di belakang Astronomical Clock. Kemudian kami berjalan melalu sebuah jalan yang agak besar di sebelah Nicolas Church, menyusuri jalan tersebut sampai ke Jewish Synagogue (yang disebut juga Old New Synagogue) dan Jewish Cemetery. Synagogue merupakan tempat ibadah orang-orang Yahudi, dan tak jauh dari situ terdapat sebuah lokasi pemakaman orang-orang Yahudi dengan batu-batu nisan yang rapat dan bertumpuk-tumpuk. Sayang sekali kami ke sana hari Sabtu, Synagogue dan Cemetery tidak dibuka.
Dancing House
Kami berjalan ke arah barat, melewati jembatan, menuju Prague Castle yang berada di atas bukit. Cukup lelah mendorong kereta bayi sambil naik ke bukit. (Para turis kebanyakan naik ke atas bukit dengan anak tangga, bagi yang membawa kereta bayi, bisa melewati jalan menanjak di sebelah gedung, jalannya memang agak tersembunyi). Tiket masuk ke Prague Castle tersedia dalam 2 jenis, yaitu long ticket atau short ticket. Dengan long ticket kita bisa masuk ke tempat atau area castle lebih banyak. Karena kami tidak punya banyak waktu, kami saat itu hanya membeli short ticket. Dengan short ticket, kita bisa masuk ke area Golden Lane (satu jalan kecil dan pendek dengan bangunan-bangunan kecil yang unik), Saint Vitus Cathedral (bangunan yang terlihat tinggi menjulang jika Anda berdiri di Charles Bridge), Basilica Saint George, dan Old Royal Palace. Jika Anda beruntung, Anda bisa menyaksikan upacara pergantian prajurit di Prague Castle. Sore hari kami berjalan menyusuri Sungai Vltava ke arah selatan dan menemukan Dancing House, yang termasuk dalam salah satu bangunan terunik di dunia.
Saint Vitus Cathedral
Makanan dan minuman khas Jika Anda pergi ke Ceko, Anda wajib mencoba beberapa makanan dan minuman khas berikut ini. 1. Roast Pork Knee Kaki babi panggang yang berukuran cukup besar, Recommended Restaurants: -Apropos Restaurant (http://www.restaurantapropos.cz ) -Mustek Restaurant (http://www.restaurantmustek.cz/new/) 2. Roast Duck with dumpling and red cabbage Bebek panggang yang disajikan dengan dumpling (dalam bahasa Ceko disebut “knedlík”, kalau di Jerman namanya Kloß atau Knödel, terbuat dari kentang atau tepung yang kemudian direbus, kalau menurut pengalaman lidah saya sendiri dumpling Ceko itu seperti kue bolu rebus yang terbuat dari kentang dan padat, tapi enak loh) dan asinan kol merah (kalau di Jerman namanya Rotkohl atau Blaukraut). Recommended Restaurant: -Kotleta (http://www.kotleta.cz/o-kotlete.html) 3. Sirloin with dumpling and cream Sirloin steak yang disajikan dengan bumbu, dumpling (+ kol merah) dan cream. Recommended Restaurant: -Kotleta 4.Potato Chips Kripik kentang goreng yang berbentuk spiral, dijual di pinggir-pinggir jalan atau di tenda Christmas Market. 5.Bir hitam Menurut saya, bir hitam Ceko tidak sepahit bir hitam lain. Bir di sana pun biasanya tersedia dengan berbagai macam jenis tetapi orang-orang bilang bir hitam lah yang patut dicoba. Dan pada umumnya, harga bir lebih murah daripada air putih. 6.Hot wine Di musim dingin, banyak penjual hot wine di tenda-tenda Christmas Market khususnya di area Old Town. Hot wine merupakan arak anggur merah (red wine) yang dipanaskan dan dicampur dengan rempah-rempah seperti kayu manis, bunga lawang (star anise), lemon, dll. Biasanya dijual dengan harga 40 CZK per gelas. 7.Hot pear/Hot apple Banyak restaurant pun menyediakan minuman khas musim dingin seperti hot pear dan hot apple. Jus pear/jus apel yang dicampur dengan rempah-rempah. Recommended restaurant: -Kotleta
Roasted Pork Knee
Informasi-informasi seputar Praha 1. Metro kota Praha terbagi atas 3 jalur, yakni Line A (warna hijau), Line B (warna kuning) dan Line C (warna merah). Ada berbagai macam tiket Metro, misalnya tiket sekali jalan (berlaku hanya 30 menit, dengan harga 24 CZK), tiket 24 jam, tiket 3 hari, tiket 5 hari, dll. Tetapi pengalaman kami di sana, kami hanya membeli 1 tiket sekali jalan untuk pergi dan untuk pulang, total pulang pergi 48 CZK per orang. Menurut saya, Anda tidak membutuhkan tiket 24 jam atau tiket 3 hari dll, karena Praha adalah kota yang memiliki banyak tempat menarik, dan lebih baik dijelajahi dengan berjalan kaki. Kalau Anda naik turun Metro, waktu seharian akan habis untuk naik turun escalator di Metro Station (Eskalator MRTnya panjang sekali). Pembelian tiket Metro bisa melalui dua cara, lewat mesin otomatis (hanya menerima uang coin), atau membeli langsung di loket (cukup menyita waktu untuk antri). 2. Saat membeli barang di toko souvenir, Anda bisa menawar harga barang tersebut. Si penjual biasanya akan memberikan potongan harga sekitar 50 CZK. 3. Tip restoran biasanya 10% dari jumlah total, biasanya pelayan restauran akan bilang bahwa harga yang tertera sudah atau belum termasuk service 10%. 4. Jika Anda berpergian dengan bayi atau balita, saya anjurkan untuk pergi tidak saat musim dingin. Selama di Ceko saya tidak menemukan toilet yang dilengkapi dengan meja ganti popok, meskipun hampir di semua restauran disediakan kursi makan bayi (baby chair). Saat itu terpaksa kami mengganti popok di luar ruangan dan yang pasti bayi kami kedinginan. Ada toko-toko drogerie yang menyediakan meja ganti popok seperti DM (Drogerie Markt) dan Rossmann, tapi toko-toko tersebut hanya saya temukan di area Mustek. Itulah pengalaman kami melewati hari-hari terakhir di tahun 2012, semoga informasi yang diberikan bisa bermanfaat bagi Anda semua khususnya yang hobi berlibur.