Wednesday, November 16, 2011

Mengintip Lukisan Da Vinci di Kota Mode Milan





Santa Maria delle Grazie

Siapa yang tak kenal kota Milan di Italia, salah satu kota modern pusat Mode dunia yang juga menyimpan banyak sejarah. Tanggal 4 Oktober yang lalu kami berada di Milan. Kami bermalam di sebuah hotel di salah satu jalan bernama Via Giovanni Battista Firelli di seberang Stasiun Utama, cukup praktis karena dekat dengan stasiun subway.

Salah satu atraksi turis yang terkenal di kota ini adalah melihat lukisan karya Leonardo Da Vinci "The Last Supper" atau "Ultima Cena" dalam bahasa Italia. Sebelum kami tiba di Milan, banyak teman kami yang mengatakan bahwa pengujung yang ingin melihat lukisan itu harus membeli tiket terlebih dahulu beberapa hari sebelumnya via internet, karena pengunjung-pengunjung akan dibagi menjadi kelompok-kelompok. Setiap kelompok terdiri dari 15-20 orang, dan hanya diperbolehkan menikmati lukisan tersebut selama maksimum 15 menit. Kami tidak membeli tiket terlebih dahulu, karena kami tidak begitu yakin dengan situs-situs penjual tiket alias takut tertipu. Harga tiket Last Supper yang dijual melalui internet adalah 60 euro per orang (menurut kami sangat mahal dan not worth it, harga tiket masuk Musee' de Louvre Paris yang berukuran sangat besar dan menyajikan lukisan asli Monalisa saja tidak sampai 20 euro per orang), dan si penjual adalah para tour agent. Jadi kami berpikiran, "ah sudah coba saja beli langsung, kalau dapet yah sukur, kalo ga ya sudah!".




Cathedral of Duomo

Pagi hari pukul 07.30 kami langsung berangkat naik subway sampai ke Santa Maria delle Grazie (subway station : Conciliazione) yang merupakan salah satu gereja Katolik Roma yang tidak begitu besar tapi selalu ramai dikunjungi orang karena di dalamnya terletak lukisan asli Da Vinci "The Last Supper". Begitu sampai di sana, kami langsung ke loket penjualan tiket. Wow! Kami sangat beruntung, hanya ada 2 tiket tersisa untuk hari itu yaitu pukul 15.45! Dan tiketnya hanya berharga 6 euro per orang, 10x lebih murah daripada tiket yang dijual oleh travel agent melalui internet. Setelah membeli tiket, masuk ke dalam gereja, kemudian langsung menuju stasiun subway untuk mengunjungi tempat berikutnya.

Tempat berikutnya adalah Cathedral of Milan (subway station: Duomo) atau lebih dikenal dengan nama Cathedral Duomo. Merupakan gereja besar yang bentuknya sangat indah, terletak di pusat kota Milan. Di seberang gereja ini terletak sebuah pusat perbelanjaan terkenal yang bernama Galleria Vittorio Emanuele II. Nama ini diambil dari salah seorang raja di Italia. Bangunan Galleria Vittorio sangat unik karena merupakan bangunan kuno yang mempunyai kubah yang indah. Galleria ini sudah ada dan terkenal sejak zaman dahulu. Sekarang ini, Galleria Vittorio diisi dengan toko-toko bermerek seperti Louis Vuitton, Prada, Gucci dll.




Galleria Vittorio Emanuele II

Setelah selesai windows shopping, kami menuju stadion sepak bola San Siro (subway station: Lotto Fiera, kemudian harus berjalan kaki selama 30 menit), stadion terkenal dari klub sepak bola AC Milan dan Intermilan. Kami membeli tiket untuk San Siro Tour and Museum seharga 12.50 euro per orang. Lucunya, museum hanya berupa sebuah ruangan yang cukup besar dan dibagi dua bagian, sebelah kanan untuk Intermilan (biru) dan sebelah kiri untuk AC Milan (merah). Kami pun masuk ke dalam stadion dan juga ke kamar ganti pakaian para pemain. Kamar ganti pun ada dua, satu untuk AC dan satunya untuk Inter.




San Siro Stadion

Sore hari kami kembali ke gereja Santa Maria delle Grazie. Pada pukul 15.45 kami bersama rombongan tour dari Jepang masuk ke dalam ruangan di mana lukisan Da Vinci berada. Sebelum masuk, kami harus melewati beberapa lapis pintu kaca. Lukisan The Last Supper merupakan sebuah lukisan besar di dinding gereja (berada di sayap sebelah barat gereja tersebut). Lukisannya sangat hidup dan mengagumkan. Lukisan ini telah mengalami beberapa kali perbaikan warna tanpa mengurangi struktur aslinya. Di dalam lukisan itu digambarkan bahwa Yesus sedang mengadakan perjamuan (terakhir) bersama keduabelas muridnya, dan ke dalam lukisan itu. Da Vinci menggambarkan ekspresi dan reaksi para murid ketika Yesus berkata "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kami akan menyerahkan Aku" (Matius 26:21). Urutan dalam lukisan (dari kiri ke kanan): Batholomeus, Yakobus anak Elfeus, Andreas, Yudas Iskariot, Petrus, Yohanes, Yesus, Thomas, Filipus, Yakobus, Matius, Thadeus, dan Simon Zelot.

Setelah lelah berjalan seharian di bawah panasnya matahari, kami beristirahat sambil menikmati makan malam di sebuah restaurant yang letaknya tak jauh dari hotel tempat kami menginap. Photos by Muliadi Antaredja

Monday, October 31, 2011

Kota Air Venezia





Grand Canal

Awal bulan Oktober ini, saya ada kesempatan untuk jalan-jalan lagi, karena kebetulan suami lagi cuti untuk satu minggu dan butuh refreshing, dan saya yang sedang hamil 5 bulan juga dianjurkan untuk mulai banyak jalan oleh dokter.

Tanggal 1 Oktober pukul 21.05 kami berangkat dari stasiun kota München (Munich) naik City Night Line (kereta malam) menuju Venezia. Perjalanan membutuhkan waktu 9 jam. Sayangnya kami agak terlambat membeli tiket, awalnya kami ingin membeli tiket untuk Schlafwagen (gerbong dengan tempat tidur) biar bisa istirahat dan besoknya biar lebih fit jalan-jalannya. Tapi tiket sudah terjual habis (karena memang Schlafwagen hanya ada satu gerbong), jadi terpaksa kita membeli tiket kereta duduk biasa. Kita pikir 9 jam tidak terlalu masalah, karena sebelumnya kami pernah duduk selama 17 jam menuju Roma. Tapi ternyata 2 penumpang di sebelah kita yang tidak tidur sangat bising, dan alhasil kita pun tidak bisa tidur sampe kereta tiba di stasiun Venezia Santa Lucia pukul 06.30.




Piazza San Marco

Sesampai di Venezia, hari masih agak gelap, badan pegal dan ngantuk, tapi begitu keluar dari stasiun, kami langsung melihat sebuah kubah dan bangunan-bangunan khas yang dikelilingi air, indah sekali! Kami pun berniat langsung menuju ke hotel kami untuk menaruh koper. Kami belum punya peta kota, cuma berbekal alamat hotel dan sedikit ingatan akan arah jalan dari stasiun menuju hotel. Kami jalan terus seakan-akan hafal jalan, orang-orang pun belum berkeliaran, karena masih pagi. Kami berjalan terus, naik turun jembatan (karena Venezia merupakan kota air yang terdiri dari banyak kanal) sambil membawa tas dan koper, lapar pula (untung masih punya 2 muffin walaupun muffinnya sudah jadi bubuk). Setelah banyak orang bermunculan di jalan, kami mulai mencoba bertanya tentang di mana hotel kami itu terletak. Setiap orang memberikan jawaban yang berbeda, karena mungkin mereka memang tidak mengenal nama jalan (gang) itu. Namanya Calle della Misericordia, dan ada beberapa jalan lain yang mengandung kata "misericordia". Setelah 3 jam kita "tersesat", akhirnya kita menemukan sebuah toko koran dan langsunglah kita membeli sebuah peta. Dalam beberapa detik kita langsung menemukan gang Calle della Misericordia di peta tersebut, dan ternyata letaknya hanya sekitar 500 meter dari stasiun. Itu memang sebuah gang sempit, dan mungkin banyak orang tidak mengenalnya walaupun di gang tersebut ada beberapa hotel bintang 3.




Gondola

Setelah kami taruh barang di hotel (karena saat kami sampai di hotel masih pukul 10 pagi, kami masih belum bisa check in), kami langsung menuju stasiun bus air untuk membeli tiket. Pusat kota Venezia merupakan sebuah pulau yang dikelilingi air, jadi di sana tidak ada mobil atau bus (Mobil dan bus hanya terdapat di Venezia Mestre, P.le Roma dan Lido). Masyarakat lokal memanfaatkan alat transportasi air seperti bus air (seperti ferry tapi lebih kecil) yang terbagi menjadi banyak line (jurusan), taksi air, gondola, perahu pribadi, dll. Tiket untuk bus air tersedia pula dalam berbagai jenis: tiket sekali jalan (kalau tidak salah harganya 6.50 euro), tiket 12 jam, 24 jam, 48 jam, 72 jam, dan tiket satu minggu. Kami membeli tiket 24 jam seharga 18 euro/tiket.




Water Taxi

Kami baik water bus dari stasiun Ferrovia (di depan St. Lucia Railway Station) menuju San Marco (Saint Mark Square), melalui Grand Canal. Dalam perjalanan di atas air, kami melihat pemandangan bangunan-bangunan khas Venezia yang sangat indah. (Kalau Anda pernah main Assasin's Creed II yang berlatar belakang kota Venezia, pasti Anda langsung mengatakan "sangat mirip!"). Di Piazza San Marco berdiri Basilica San Marco yang indah. Sayangnya saat kami di sana, antrian masuk ke dalam basilica sangat panjang, jadi daripada menghabiskan waktu mengantri, kami pun hanya melihat dari luar (lagipula waktu itu sedang dalam renovasi). Di sekitar sana pun terdapat toko-toko kecil, dan juga toko-toko bermerek seperti Prada, Gucci, dll. Di canal-canal sekitar pun banyak gondola yang sedang menarik penumpang. Kami tidak naik gondola karena penuh dan cukup mahal tarifnya (80 euro per orang/30 menit).




Murano Handmade Glass

Setelah mengelilingi area San Marco, kami naik water bus kembali ke hotel untuk mandi dan beristirahat (dari semalam di kereta belum mandi dan tidak bisa tidur, ditambah hari itu panas terik, jadi lemes deh). Sore hari sekitar jam 5 kami keluar hotel menuju Rialto untuk makan malam. Di tepi sepanjang canal terdapat banyak restaurant, kita bisa duduk di pinggir canal sambil menikmati indahnya kota Venezia di malam hari dan nyanyian para tukang gondola yang merdu. Untuk makan malam, kami memesan Spaghetti Bolognese dan Spaghetti with Clams sebagai makanan pertama. Scallop dan Calamari sebagai makanan kedua. Kentang bakar dan Salad sebagai makanan ketiga. Orang-orang Italy punya beberapa menu saat mereka makan, dan setiap menu punya porsi yang tidak terlalu banyak. Maka itu, di menu setiap restaurant terdapat Appetizer (salad atau kentang), Main Course 1 (Pasta), Main Course 2 (Steak), Dessert, Beverages.




Murano Glass Souvenir

Keesokan harinya sehabis sarapan, kami langsung menuju Pulau Murano dengan naik water bus selama kurang lebih 30 menit. Murano terkenal dengan pembuatan kerajinan kacanya (Murano Glass). Setiba di sana, kami langsung menuju pabrik tertua pembuat kerajinan kaca. Di sana kita bisa menyaksikan demo pembuatan kerajinan kaca secara langsung selama kurang lebih 15 menit dengan biaya 3 euro/orang. Demo ini patut disaksikan karena unik dan indah sekali, setelah itu kita pun bisa membeli barang-barang kerajinan tersebut (memang harganya cukup mahal dibandingkan dengan toko-toko lain). Kami berjalan kaki mengelilingi pulau Murano, sepanjang jalan di tepi canal terdapat banyak toko-toko kerajinan kaca, dari pernak-pernik kecil seperti anting, sampai guci berukuran besar. Setelah puas mengelilingi Murano, kami kembali naik water bus menuju hotel untuk mengambil barang bawaan kami, dan kemudian membeli tiket kereta tujuan Milan. Photos by Muliadi Antaredja

Sunday, October 30, 2011

Oktoberfest, Festival Terbesar Di Dunia





Patung Theresia

Oktoberfest yang berarti "festival bulan Oktober" itu merupakan festival terbesar di dunia dengan pengunjung terbanyak setiap tahunnya. Festival ini diadakan di sebuah lapangan luas bernama Theresienwiese di kota Munich (München), Bayern, Jerman, selama kurang lebih dua minggu di akhir bulan September sampai awal bulan Oktober. Sejarah Oktoberfest ini ternyata berasal dari abad ke-19, zaman Raja Ludwig I dari Bayern. Di pesta pernikahannya dengan seorang putri bernama Theresia, beliau mengundang seluruh rakyat dan menjamu mereka dengan berbagai jenis makanan dan minuman (termasuk bir). Oktoberfest identik dengan 2 hal, yaitu bir dan Lederhose/Drindl (pakaian khas Bayern). Maka itu, kebanyakan orang pergi ke Oktoberfest dengan memakai Lederhose/Drindl untuk minum bir.




Lederhose dan Drindl

Saya berangkat naik kereta dari Heidelberg menuju Munich tanggal 1 Oktober kemarin. Biasanya jika kami naik kereta antar kota di dalam Jerman, kami tidak pernah memesan tempat duduk terlebih dahulu. Kami pun tidak berpikiran kalau selama Oktoberfest berlangsung, kereta tujuan Munich penuh dengan penumpang. Alhasil, penumpang berjubal dan kami pun tidak kebagian tempat duduk, banyak penumpang yang duduk di lorong antar gerbong atau berdiri di depan toilet kereta. Kami pun duduk di lantai persis di depan pintu kereta. Perjalanan 3 jam akhirnya berlalu juga, kami pun sampai di Munich. Di Stasiun sudah terlihat banyak orang memakai Lederhose dan membawa botol bir sambil mulai bernyanyi-nyanyi. Kami berjalan kaki dari stasiun menuju Theresienwiese, karena letaknya tidak begitu jauh. Sesampai di sana terlihat banyak tenda penjual makanan khas seperti sosis bakar, ikan bakar, babi guling dll.




Penyaji bir

Selain itu juga banyak tenda-tenda besar tempat berkumpulnya orang-orang yang ingin minum bir bersama-sama sambil makan, menyaksikan live musik khas Oktoberfest dan berdansa. Setiap tenda menyajikan bir-nya masing-masing. Contohnya, tenda Paulaner, Löwenbrau, Hofbräu, dll, dan bila kita ingin masuk ke dalam tenda, kita harus memesan tempat alias reservasi terlebih dahulu karena semua tempat akan penuh terisi oleh pengunjung. Di dalam tenda disajikan bir di dalam gelas 1 Liter, konon katanya bir yang disajikan di Oktoberfest memiliki kadar alkohol yang lebih tinggi dibanding dengan bir botolan yang dijual di supermarket. Maka itu tidak aneh jiga selama Oktoberfest berlangsung, banyak ditemukan orang-orang yang berbaring di pinggir jalan karena mabuk. Uniknya, pelayan pembawa gelas-gelas bir besar di Oktoberfest adalah kebanyakan wanita-wanita yang mampu membawa sekaligus 10 gelas yang terisi penuh.




Suasana di sebuah tenda

Para pengunjung pun bisa menikmati wahana-wahana bermain seperti rollercoaster, kincir raksasa, rumah hantu, dll ataupun bermain game berhadiah seperti lempar kaleng, menembak, memanah dll. Photos by Muliadi Antaredja

Sunday, May 22, 2011

Tingkatkan Adrenalin di Europa Park





Bluefire Megacoaster


Europa Park merupakan sebuah taman hiburan (amusement park) terbesar di Jerman, juga merupakan yang terpopuler kedua di Eropa setelah Disneyland Paris. Terletak di Jerman sebelah barat daya, di tepi kota kecil bernama Rust, negara bagian Baden-Württemberg. Kami pergi ke sana tanggal 2 Mei 2011, dari kota tempat tinggal kami hanya memakan waktu kurang lebih 2 jam dengan kereta.

Europa Park dibagi menjadi banyak bagian (nama-nama negara di Eropa), yaitu Germany, England, Holland, Russia, Scandinavia, Austria, Iceland, Italy, France, Greece, Switzerland, Spain, Portugal dan beberapa bagian untuk anak-anak yaitu Adventure Land, Children's World, Enchanted Forest.

Ternyata, atraksi/wahana di sana sangat banyak. Belum pernah kami sebelumnya dalam 1 hari naik rollercoaster sebanyak itu. Bila Anda adalah seorang "adrenalin junkie", saya akan merekomendasikan beberapa wahana peningkat adrenalin terpopuler di Europa Park.

1. Bluefire Megacoaster
Area: Iceland
Kecepatan max : 100 km/jam
Akselerasi max : 3,8 G
Keterangan : 1x looping, 3x screwing

2. Silver Star
Area : France
Kecepatan max : 127 km/jam
Akselerasi max : 4 G




Silver Star

3. Eurosat
Area : France
Kecepatan max : 60 km/jam
Akselerasi max : 4 G
Keterangan : indoor (bagi yang suka mabuk perjalanan lebih baik jangan naik,
bikin puyeng, karena dalamnya amat sangat gelap, dan awalnya memutar-mutar)

4. Poseidon
Area : Greece
Kecepatan max : 70 km/jam
Akselerasi max : 3 G
Keterangan : basah




Euromir

5. Euromir
Area : Russia
Kecepatan max : 80 km/jam
Akselerasi max : 4 G
Keterangan : kereta bisa memutar 360 derajat (spinning rollercoaster)

6. Swiss Bob Run
Area : Switzerland
Kecepatan max : 50 km/jam
Akselerasi max : 3 G
Keterangan : Bobsled rollercoaster (rel berbentuk seperti pipa, atau seperti
serodotan besar dan memutar di kolam renang)

7. Atlantica Supersplash
Area : Portugal
Keterangan : basah



Poseidon

8. Matterhorn Blitz
Area : Switzerland
Keterangan : jenis wild mouse rollercoaster (rollercoaster 1 kereta berisi 4 orang,
dengan rel berbelok2 di ketinggian yang sama)

9. Alpen Express
Area : Austria
Keterangan : rollercoaster kecil berbentuk kereta api kuno

10. Vindjammer
Area : Scandinavia
Keterangan : kora-kora di Dunia Fantasi Ancol

11. Fjord Rafting
Area : Scandinavia
Keterangan : arung jeram (basah)




Swiss Bob Run

Tips:
- Dianjurkan untuk memakai alas kaki yang nyaman, karena Europa Park sangat luas
- Bila Anda malas jalan kaki, tersedia monorail yang mengelilingi semua area di Europa Park. Pintu masuk monorail ada di area Germany.
- Tidak perlu khawatir akan antrian wahana yang panjang, wahana rollercoaster rata-rata berkapasitas 1000-1700 orang/jam. Walau antrian panjang tapi majunya cepat, karena keretanya banyak.
- Setiap area (negara) menampilkan masing-masing pertunjukan khas. Pertunjukan ada setiap 2-3 jam sekali, bila Anda ingin menonton, sebaiknya atur waktu Anda sebaik-baiknya. Jam-jam pertunjukan bisa dilihat di brosur/peta yang didapat di pintu masuk Europa Park. Jenis pertunjukan : ice show, theater 4D, dll.
- Di Europa Park terdapat berbagai jenis restaurant, tidak perlu khawatir kelaparan.
- Restaurant yang paling terkenal adalah Foodloop Restaurant (area : England), restaurant yang di dalamnya penuh dengan rel-rel "rollercoaster", makanan dan minuman yang Anda pesan tidak diantar oleh pelayan, tapi mereka meluncur di rel-rel tersebut dan langsung sampai ke meja Anda. Menarik bukan?




Foodloop Restaurant

Selamat mencoba!

Untuk informasi lebih lanjut Anda bisa mengunjungi situs Europa Park
http://www.europapark.de/lang-en/Home/c51.html

Wednesday, May 11, 2011

Hangatnya Sang Surya di Heidelberg





Tepi Sungai Neckar

“Ach Sonne! Ich liebe Sonne!”
(Ah Matahari! Saya cinta matahari!)
Itu perkataan yang sering saya dengar dari orang-orang Jerman dalam dua bulan ini Setelah mengalami musim dingin (dengan suhu terpanas biasanya hanya di bawah 5 derajat Celcius, dan suhu terdingin mencapai minus 15 derajat Celcius) dari bulan November sampai Februari, orang-orang mengharapkan datangnya kehangatan di musim semi dan musim panas. Di musim dingin, aktivitas di luar rumah otomatis berkurang, mereka hanya bisa bermain ski atau ice skating. Di musim semi dan musim panas, orang-orang lebih banyak beraktivitas di luar rumah, berkebun, bersepeda, berenang, berjemur, bersepatu roda, memanjat tebing, lintas alam, dan tentunya barbecue (memanggang daging). Di musim dingin, brosur-brosur toko dan supermarket berisi seputar peralatan ski, jaket, topi dan kaus kaki tebal. Di musim ini, brosur-brosur terisi dengan gambar-gambar sandal jepit, pakaian renang, kaos oblong dll. Jumlah orang di tempat umum pun meningkat sangat drastis di musim yang terselimuti kehangatan ini.

Ini pun pertama kalinya saya mengalami musim semi di Jerman. Saya pribadi pun kurang menyukai musim dingin, karena saya merasa waktu saya habis hanya untuk memakai baju musim dingin serta perlengkapan lainnya (long john, syal, sarung tangan, sepatu boot). Karena itu, saya pun akan selalu mengucapkan kedua kalimat pertama di atas saat musim panas tiba (hehehe).




Barbecue time

Setiap hari saya pergi kursus bahasa dengan bersepeda dan selalu melewati sungai Neckar di kota Heidelberg. Saya amati, setiap hari semakin banyak saja orang-orang berjemur dengan pakaian yang sangat minim dan kacamata hitam di tepi sungai itu, sambil menggelar kain, membaca buku ataupun sambil barbecue. Suasana ini menarik perhatian saya, karena sangat berbeda dengan keadaan di Indonesia, dimana wanita-wanita pada umumnya mengeluarkan payung saat panas terik. Saya pun ingin "ikut-ikutan" alias ingin juga merasakan suasana dan mengenal lebih jauh kebudayaan setempat.




Chicken Wing

Akhirnya saya pun mengajak beberapa teman untuk kumpul di hari Sabtu sore, dengan membawa alat barbecue sekali pakai dan daging atau sayur mentah. Hari itu sangat terik, padang rumput di tepi sungai bagaikan lautan manusia (hampir tak terlihat lagi warna hijaunya). Kami pun akhirnya menemukan tempat di area Grillzone (tidak di semua bagian tepi sungai boleh dipakai untuk barbecue). Kami pun mulai membakar, sambil lirik kiri kanan (Untuk yang jomblo boleh juga tuh kali-kali goleran di sana :p). Ternyata, unik sekali orang-orang yang ada di sana, para wanita kebanyakan mengenakan bikini, para pria bertelanjang dada. Ada yang membawa radio, binatang peliharaan, sampai membawa bir beberapa krat. Mereka mandi matahari, berdansa, makan, minum, membaca, mengobrol, tertawa. Semua orang menikmati musim yang selalu dirindukan ini.

Ah! Hangatnya Sang Surya!

Sunday, May 1, 2011

Di Belanda Berburu Makanan Indonesia





Nasi Rames di Ming Kee Fast Food

Sebagian besar orang Indonesia yang tinggal di luar negeri punya suatu kerinduan untuk makan makanan Indonesia. Saya dan suami tinggal di Jerman, dan kebetulan kami berdua suka memasak dan di Heidelberg (kota tempat tinggal kami) ada beberapa Asian Market yang cukup lengkap menyediakan bahan-bahan untuk masak masakan Indonesia seperti kecap manis, lengkuas, sereh, gula jawa, asam kandis, tempe, tahu, daun salam, daun jeruk dll.

Asia Market
Minggu lalu kami punya kesempatan berlibur beberapa hari ke Negeri Kincir Angin alias Negeri Belanda. Kami mengunjungi Den Haag dan Rotterdam. Kami tak menyangka di ketiga kota ini ada sebuah Asia Market yang jauh lebih besar dan lengkap daripada toko di kota kami tinggal. Toko ini bernama Amazing Oriental (dalam bahasa Mandarin 东方行), menjual produk-produk makanan Indonesia dan negara Asia lainnya seperti Cina, Thailand, Vietnam, Jepang. Amazing Oriental mempunyai cabang hampir di setiap kota penting di Belanda seperti Amsterdam, Den Haag, Rotterdam, Utrecht, Groeningen, Delft dll. Untuk informasi tentang Amazing Oriental, bisa diliat di website
http://www.amazingoriental.com/
(Website hanya tersedia dalam bahasa Belanda, tapi tidak sulit untuk menebak-nebak artinya, karena ada kemiripan dengan bahasa Inggris)




Ming Kee dan Amazing Oriental

Toko Indonesia
Selain itu, di Jerman pun ada toko bernama "Toko Indonesia" yang menjual bahan-bahan makanan Indonesia melalui website, barang-barangnya cukup lengkap juga dan menyediakan jasa pesan-antar ke rumah. www.tokoindonesia.de
Barang bisa diantar ke Jerman maupun ke luar Jerman dengan biaya pengiriman yang berbeda.

Fast Food

Selain itu, kami juga kaget sekaligus bahagia bisa menemukan sebuah restaurant kecil bernama Ming Kee Fast Food yang beralamat di Jalan Gedempte Gracht 405B, Den Haag. Walaupun namanya seperti restaurant Hongkong, tapi etalase kacanya berisi berbagai macam masakan dan makanan kecil khas Indonesia. Misalnya lumpia goreng, risoles, martabak asin dan manis, kue mangkok, cendol, kue lapis legit, spons cake, perkedel kentang, nasi uduk, nasi kuning. Tersedia juga nasi rames dengan berbagai pilihan menu seperti telur balado, rendang, daging bumbu bali, buncis pedas, ayam kecap, sate, dll. Restaurant ini selalu penuh dengan para pelanggan di saat jam-jam makan, karena rasa masakannya yang enak, porsi yang cukup dan harga terjangkau. Tersedia paket nasi rames, Menu 1 (2 daging 2 sayur), Menu 2 (3 daging 2 sayur) dan menu-menu lainnya dengan harga 6-10 Euro. Di belakang restaurant ini ada sebuah pintu yang menghubungkannya dengan Amazing Oriental.




Masakan-masakan di Ming Kee

Bagi orang-orang Indonesia yang baru tiba di Eropa dan kangen makanan Indonesia (dan tidak bisa pulang kampung untuk beberapa saat), kami merekomendasikan untuk pergi jalan-jalan ke Belanda, melihat keindahan kota-kotanya sambil belanja.

Restaurant "Sweet Bali" di Rotterdam
Setelah setengah hari jalan-jalan di Rotterdam, kami melihat sebuah rumah makan bernama "Sweet Bali Indonesian Sate and Grill Restaurant" di Jalan Karel Doormanstraat no. 290. Kami langsung masuk dan melihat-lihat daftar menu. Ternyata ada menu paket 14.50 Euro dengan pilihan 1 macam nasi dan 3 macam sayur. Saya memilih nasi kuning, udang saos padang, sate ayam kacang, dan tahu telur. Suami saya memilih nasi goreng, rendang, sate babi kecap, dan tahu petis. Kami memesan minuman cendol dan es shanghai (@5 Euro). Makanan di restaurant ini enak sekali! Rasanya hampir 100% original dan sesudah makan tidak membuat haus (seringkali sehabis makan di restaurant menjadi sering dan sangat haus karena masakan mungkin terlalu banyak vetsin). Jumlah porsinya sedang, dan harganya terjangkau.
http://www.sweetbali.nl/




Menu Paket di Sweet Bali

May Fung Aziatische Market
Toko ini terletak di Jalan West Kruiskade no. 52 (selang beberapa toko dengan KFC), menjual masakan jadi khas Hongkong, seperti babi panggang merah, babi panggang crispy, kekian, nasi goreng, dll.

Demikian laporan kuliner kami di Den Haag dan Rotterdam. Semoga informasi-informasi ini bermanfaat bagi Anda semua, khususnya bagi yang tinggal di Eropa.

Friday, April 29, 2011

Keukenhof, Taman Bunga Terindah





Windmill in Keukenhof


Tanggal 25 April pagi hari pukul 08.13 kami naik bus nomor 58 dari Schiphol Airport Amsterdam menuju Keukenhof yang terletak di pinggiran kota Lisse, Belanda.

Keukenhof merupakan sebuah taman bunga yang tercatat sebagai taman terbesar dan terindah di dunia. Dalam 1 tahun, taman bunga ini hanya buka di saat musim semi, kira-kira dari tanggal 20 Maret sampai 20 Mei. Buka setiap hari dari pukul 8 pagi sampai pukul 7 malam. Di taman bunga ini dipamerkan ratusan jenis bunga tulip dan jenis-jenis bunga unik lainnya dengan berbagai warna dan perpaduannya dari berbagai negara dan daerah. Di taman ini pun terdapat beberapa ruangan indoor khusus untuk memamerkan satu tema, misalnya satu ruangan khusus untuk anggrek; satu ruangan tentang sejarah dan cara penanaman bunga tulip.




Tulip Field

Tidak ada lagi kalimat lain yang bisa saya ucapkan di sini selain "Sungguh indah bunga-bunga di sana, Maha Besar Sang Pencipta!".

Tips dan Informasi yang mau saya bagikan:
- Taman bunga Keukenhof sangatlah luas, dianjurkan untuk memakai alas kaki yang nyaman untuk berjalan jauh dan lama.
- Di musim semi cuaca kadang berangin dan dingin pada pagi dan sore hari. Dianjurkan membawa jaket tipis.




Bunga Tulip di Keukenhof

- Di sana ada boat tour mengelilingi tulip field seharga sekitar 14 euro/orang. Tempat membeli tiket dan titik keberangkatan : di sebelah kincir angin (bila dilihat di peta, kincir angin berada di sebelah timur taman). Bila Anda ingin mengikuti tour ini, dianjurkan Anda mencari tahu terlebih dahulu jam-jam keberangkatannya. Sehingga Anda bisa mengatur waktu. Atau mungkin lebih baik saat sampai di sana Anda langsung menuju kincir angin dan membeli tiket boat tour terlebih dahulu. Karena boat tour ini sangat banyak diminati pengunjung dan hanya ada beberapa jam sekali.
- Tersedia tiket kombinasi yaitu tiket masuk Keukenhof dan tiket bus dari/menuju Amsterdam Central Station atau Amsterdam Schiphol Airport atau Leiden Central Station atau Den Haag Central Station.




Mixed-coloured Tulip

- Tiket kombinasi bisa dibeli secara online atau di Tourist Information di seberang Amsterdam Central Station dan Amsterdam Schiphol Airport.

Bagi Anda yang tertarik dan ingin mengetahui informasi yang lebih banyak. Silakan masuk ke website milik Keukenhof http://www.keukenhof.nl/en/10/spring-pass.html




Pink Tulip

P.S
- Negeri Belanda terkenal dengan bunga tulipnya, tapi ternyata bunga tulip sendiri bukan berasal dari Belanda. Bunga tulip berasal dari negeri Turki di Asia Tengah.
- Tulip merupakan tumbuhan berumbi yang memiliki berbagai macam jenis, bentuk dan warna.
- Tulip tumbuh satu kali dalam setahun.
- Penanaman tulip dimulai dari bulan Oktober dan dipanen pada bulan Februari.
- Tulip tumbuh di cuaca dingin (maka itu tulip tidak bisa tumbuh di negara tropis seperti Indonesia).

Saturday, January 1, 2011

Backpacking (or Travel Agency) ?





Lonely Planet Europe


Setiap orang mempunyai cara masing-masing untuk menikmati liburan di suatu tempat baru. Sebagian orang suka kepraktisan, maka mereka memilih untuk bergabung dengan group yang dibentuk oleh sebuah agen perjalanan. Mereka pergi mencari informasi perjalanan-perjalanan, lalu memilih rute yang menarik dan jadwal yang tepat, mendaftarkan diri, membayar, menyiapkan barang bawaan, berkumpul di bandara dengan peserta lain dan pemandu wisata lokal, kemudian berangkat. Semua sudah disiapkan oleh agen. Tapi sebagian orang memiliki jiwa petualang, punya banyak waktu dan tidak takut akan kesulitan dan masalah, orang-orang ini biasanya lebih menyukai "travelling tanpa jasa agen" alias "travelling sendiri" atau "backpacking".


Tetapi saya pikir, tidak semua negara bisa dijadikan tempat tujuan backpacking (dengan alasan keamanan maupun ketidakpraktisan transportasi). Berdasarkan pengamatan dan pengalaman saya, inilah sedikit informasi tentang negara-negara atau tempat-tempat yang cocok atau atau tidak cocok untuk dijadikan tujuan backpacking.
SANGAT COCOK
Alasan : transportasi sangat praktis, lingkungan aman
Alat transportasi : kereta, bus, subway, trem, taksi
1. EROPA (Jerman, Belanda, Perancis, Italia, Austria, Swiss, Belgia, dll)
2. JEPANG
3. KOREA

COCOK
Alasan : transportasi praktis, lingkungan cukup aman
Transportasi : kereta, bus, subway, taksi
1. CHINA (Beijing, Shanghai)
2. BALI

KURANG COCOK
Alasan : transportasi praktis, lingkungan tidak aman
1. CHINA (provinsi Guangdong)

TIDAK COCOK
Alasan : daerah masih primitif, transportasi tidak praktis, lingkungan kurang aman.
Alat tranportasi : bus, taksi
1. CHINA (daerah sebelah barat seperti Provinsi Xinjiang)
2. INDONESIA

Saya sendiri pernah melakukan kedua cara berlibur tersebut, di bawah ini adalah beberapa keuntungan dan kerugian yang saya alami dari kedua cara di atas, dalam artikel ini saya juga ingin menyajikan beberapa tips.




Stop Kontak Multifungsi

BACKPACKING
Keuntungan:
- Mengatur tempat sendiri. Sebelum memulai perjalanan, kita bisa memilih tempat-tempat mana yang kita sukai dan ingin kita kunjungi.
- Mengatur waktu di tempat tertentu. Dengan bepergian sendiri, kita bisa mengatur berapa lama waktu yang ingin kita habiskan di suatu tempat khususnya di tempat-tempat favorit.
- Mencoba makanan lokal. Menurut pengalaman, makanan yang disediakan oleh travel agent tidak selalu makanan khas tempat tersebut, oleh karena itu, pada saat kita melakukan backpacking, kita bisa menjelajahi restoran-restoran atau makanan-makanan khas di suatu tempat.
- Mengenal kebiasaan, budaya, orang-orang setempat. Dengan bepergian sendiri, kita bisa lebih masuk ke lingkungan setempat dan punya kesempatan untuk mengenal orang-orang lokal dan kebudayaannya.
- Melatih kemampuan kita dalam berbahasa asing, membaca peta, bernavigasi dengan kompas, dll.

Kerugian:
- Lebih besar kemungkinan untuk salah jalan alias kesasar.
- Mengurus dokumen perjalanan dan membeli tiket, mencari dan memesan hotel dilakukan sendiri.
- Bila tidak jeli dengan promosi-promosi tiket atau hotel, terkadang biaya yang dikeluarkan bisa lebih mahal daripada bila ikut travel agent.





Maps & Compass on iPhone

Tips:
- Colokan listrik (stop kontak) multifungsi. Ada beberapa negara yang punya bentuk stop kontak yang berbeda dengan di Indonesia. Sangatlah baik jika Anda punya stop kontak multifungsi, sehingga saat bepergian Anda dapat dengan mudah men-charge handphone dan kamera.
- Perhatikan ramalan cuaca sebelum berangkat, dan bawalah pakaian yang sesuai.
- Ada baiknya Anda memiliki buku petunjuk-petunjuk lengkap suatu tempat (negara). Buku travelling yang terkenal adalah Lonely Planet, yang tersedia dalam berbagai bahasa dan menyajikan informasi-informasi lengkap seperti transportasi, hotel, tempat wisata di negara=negara di dunia. Buku ini juga menyajikan beberapa frase atau kalimat sederhana yang seringkali dipakai dalam dunia pariwisata dalam bahasa negara tersebut.
- Peta dan kompas sangat dibutuhkan saat Anda melakukan backpacking trips. Akan lebih praktis bila Anda punya peta dan kompas elektronik seperti applikasi yang terdapat dalam iPhone. (Pada umumnya peta kota bisa Anda dapatkan secara cuma-cuma di stasiun kereta, bandara, atau hotel).
- Sebelum Anda pergi, ada baiknya Anda membaca dan mengetahui tentang tempat tersebut baik budaya maupun sejarahnya. Saat Anda sampai di tempat itu, saya rasa Anda akan lebih terkesan.


TRAVEL AGEN

Keuntungan :
- Sangat kecil kemungkinan Anda untuk salah jalan (nyasar)
- Tidak perlu "pusing" dengan urusan membeli tiket, visa, hotel dan tempat-tempat wisata.

Kerugian :
- Semua tempat dan waktu sudah ditentukan, tidak fleksibel.
- Waktu di setiap tempat hanya sedikit, kita terkadang menjadi tergesa-gesa dan tidak bisa menikmati.
- Jadwal pada umumnya padat dan seringkali membuat kita lelah.

Tips :
- Tanyalah dengan jelas kepada agen apa yang sudah termasuk dalam biaya tour dan apa yang tidak/belum termasuk. Secara umum biaya tour sudah termasuk tiket pesawat, hotel, makan, dan belum termasuk tip untuk sopir dan tour guide. Dan juga seringkali ada beberapa tempat wisata di mana Anda harus mengeluarkan uang untuk tiket masuk.
- Mintalah jadwal acara kepada agen.

Demikianlah sedikit informasi dari saya, semoga bisa membantu Anda.

"Tuhan menciptakan dunia dengan sangat indah, pandang dan nikmatilah!"