 |
| Promenade des Anglais |
|
Pada awal bulan Juli, kami bertiga berkesempatan untuk
berlibur ke Perancis tenggara di wilayah Provence
(baca: pro-vas), tepatnya daerah Cote
d'Azur (baca : kot-de-asyur), yang disebut French Riviera dalam bahasa
Inggris. Nama Cote d'Azur berarti "azur-blue coast" atau "pantai
berwarna biru langit". Daerah tersebut menunjuk pada garis pantai dari
laut Tengah di Perancis paling selatan, membentang dari timur di kota Menton
(perbatasan Perancis-Italia) sampai ke barat di sekitar kota Toulon.
Kali ini kami mengunjungi beberapa kota di Cote d'Azur,
yaitu Nice (baca: nis), Cannes (baca: kans), Saint Tropez (baca: san-trope) dan Marseille (baca: mar-sey). Di kota
Nice, kami menginap 3 malam, sedangkan di Cannes dan Saint Tropez kami hanya punya
waktu berkunjung untuk beberapa jam saja, di Marseille 2 malam.
 |
| Nice Port |
Tanggal 4 Juli, kami berangkat pukul 9.30 pagi, naik mobil
(tentu saja sang suami yang mengemudi) dari daerah Karlsruhe (Jerman) tempat
tinggal kami (1,5 jam terlambat dari rencana) menuju kota Nice, melewati kota
Lugano di Swiss untuk makan siang. Waktu perjalanan agak panjang karena ada
pembangunan jalan tol di daerah Baden-baden (Jerman) dan kemacetan di beberapa
wilayah jalan tol di Swiss. Tetapi kami tidak merasa bosan karena kemacetan-kemacetan
tersebut, pemandangan-pemandangan yang kami lewati selama perjalanan sangatlah
menghibur: pegununan Alpen yang puncaknya kadang masih tertutup salju, danau
yang airnya berwarna hijau kebiruan. Kemudian kami memasuki Italia melalui
jalan tol ke arah kota Turin, terus ke selatan melewati kota Ventimiglia dan
menelurusi jalan di tepi Laut Liguria, dimana kita bisa melihat laut lepas
dengan kapal-kapalnya dari jarak yang dekat.
 |
| Vieille Ville |
Staff hotel tempat kami menginap di Nice sempat menefon
kami untuk menanyakan apakah kami jadi datang, karena batas waktu maksimal
check in adalah pukul 20.00. Dengan mencuri-curi sedikit "batas
kecepatan" di jalan tol, sampailah kami di hotel pukul 20.05, kami check
in, menaruh barang bawaan ke kamar, kemudian berjalan menuju pantai untuk menikmati sunset dan makan malam.
Keesokan harinya, kami berjalan kaki menuju tempat
keramaian kota Nice menyusuri Promenade des Anglais (jalan sepanjang pantai) ke
arah timur. Hotel tempat kami menginap letaknya di sebelah barat, daerah Les
Baumettes, memang tidak jauh dari pantai, tapi agak jauh dari pusat kota.
 |
| Nicoise Salad |
Kami sarapan di sebuah restoran bernama Le Gustave 5 yang
letaknya persis di sebelah Hard Rock Cafe, mereka menyajikan paket menu makan
pagi yang enak dengan harga terjangkau, 10€ per menu yang terdiri dari 1
croissant (enak luar biasa), 1/2 baguette, 1 butter, 1 selai, omelet telur dan
ham (atau 2 telur mata sapi + bacon), segelas kopi + susu, dan 1 gelas orange
juice. Air putih dingin gratis!
Sangat jarang di daerah promenade Nice menemukan restoran
yang cukup murah dan enak. Daerah Cote d'Azur merupakan daerah turis, apalagi
di musim panas yang bisa dibilang sedang high season, harga makanan dan minuman
pun jauh lebih mahal dibandingkan daerah-daerah lain. Contoh perbandingan yang
paling terasa adalah es krim. Di Jerman, 1 scoop es berharga 1€ saja bahkan
kadang ada yang menjual 0.80€/scoop, sedangkan di Nice kami hanya menemukan ice
cream paling murah seharga 2.50€ di daerah keramaian.
 |
| Monaco |
Kami berjalan terus ke arah timur sampai ke Vieille Ville
yaitu Old Town atau kota tua, di mana kita berjalan di gang-gang kecil di
antara bangunan-bangunan kuno, melihat atau berbelanja di toko-toko souvenir,
menjelajahi pasar tradisional di area Cours Saleya pada pagi hari di mana
sayuran dan bunga segar dijual, makanan khas dan juga kerajinan tangan. Pada
siang dan malam hari, tempat ini menjadi surga makanan karena di sekelilingnya
berjajar banyak restoran yang menawarkan berbagai jenis makanan, pizza, pasta, steak, kebab, dll. Restoran-restoran ini pada umumnya menawarkan paket
menu seharga 20-30€ per paket yang terdiri dari appetizer,
main course dan dessert (belum termasuk minuman, hanya disediakan air putih gratis). Satu makanan yang harus dicoba bila Anda berkunjung ke Nice adalah Nicoise Salad (baca: ni-swaz) atau salad khas Nice, potongan sayur, tomat, buah olive, ikan tuna, telur rebus yang disiram dengan dressing campuran cuka dan minyak olive.
 |
| Monte Carlo Casino |
Dari Vieille Ville berjalan terus ke arah tenggara tepatnya di seberang
Promenade, kita akan sampai di Colline du Château (Castle Hill), yang terkenal
sebagai tempat mengabadikan panorama paling indah di Nice. Kita bisa menaiki
anak tangga menuju ke atas, atau dengan lift. Ke tempat ini bebas masuk tanpa
harus membeli tiket. Dari Colline du Château, kita bisa menyaksikan panorama
berbeda, ke sebelah barat dengan panorama Promenade des Anglais, pantai panjang
berwarna biru nan indah, dan Anda akan melihat Cote d'Azur yang sesungguhnya!!!
Ke sebelah timur dengan panorama pelabuhan kota Nice dengan kapal-kapalnya.
 |
| Cannes | |
Hari ketiga di Nice, kami naik kereta menuju Monaco, sebuah negara kecil di sebelah timur kota Nice, perjalanan kereta dari Nice ke Monte Carlo Station ditempuh dalam waktu 20 menit saja. Sesampai di sana kami berjalan menuju daerah Casino Monte Carlo, pusat keramaian kota tersebut yang dipenuhi dengan kemewahan. Tak aneh jika Anda melihat mobil-mobil mewah seperti Ferrari, Lamborghini, Porsche, dll bersliweran di sana, karena Monaco memang disebut-sebut sebagai tempat berkumpulnya golongan orang elite atau milyuner. Harga makanan dan minuman di sana pun sangat tinggi.
Dari daerah Casino, kami berjalan menuju ke arah pelabuhan (Monte Carlo Harbor), kemudian menuju ke Place du Palais (Prince Palce) yang merupakan istana tempat tinggal keluarga pangeran Monaco. Kita bisa masuk ke dalam istana dengan membayar tiket masuk seharga 8€ per orang. Tak jauh dari istana, kita bisa mengunjungi Saint Nicholas Cathedral. Sehabis berkeliling di sekitar istana, kami ke stasiun, naik kereta kembali ke Nice.
 |
| Notre Dame de la Garde, Marseille |
|
Keesokan harinya, kami berangkat pagi hari menuju kota Cannes, perjalanan memakan waktu 40 menit saja. Kami memilih until menyelusuri jalan mobil di tepi garis pantai daripada melewati jalan tol. Sesampai di Cannes, kami parkir mobil di sebuah underground parking lots bernama Pantiero (sangat direkomendasikan jika Anda datang dengan menyetir mobil) yang letaknya persis di belakang Vieux Port (pelabuhan utama) dan tak jauh dari pusat kota. Jika Anda ingin berenang atau berjemur di pantai, kota Cannes ini lah yang cocok, alasan utamanya adalah karena pantai di Cannes memiliki pasir yang lembut dan tidak melukai kaki kita. Pantai di Nice tidak berpasir, tapi berbatu kerikil sehingga jika Anda ingin berjemur atau berenang di pantai, dianjurkan untuk memakai sandal yang agak tebal. Sehabis bermain di pantai, kami berjalan ke pusat kota Cannes yang di sebut Le Suquet. Di sana banyak ditemukan toko unik yang menjual produk lokal seperti sabun batangan, souvenir, dll.
 |
| Frioul Archipelago |
Selanjutnya kami berangkat dari Cannes ke kota Saint Tropez, kota yang terkenal karena banyak artis, aktor dan konglomerat dunia (seperti Beyonce, Mohamed Al-Fayed, Leonardo Dicaprio, dll) yang memiliki rumah mewah di kota tersebut. Di sana kita bisa naik kapal selama kurang lebih 1 jam (harga tiket 11€ per orang) untuk berkeliling di laut sekitar dan melihat rumah-rumah mewah tersebut.
Dari Saint Tropez, kami menuju kota Marseille, perjalanan sekitar 2 jam. Keesokan harinya, kami naik kapal dari pelabuhan utama menuju Frioul Archipelago, tiket seharga 11€ per orang. Sebuah kepulauan kecil yang wajib dikunjungi jika Anda berkunjung ke kota ini. Kita bisa menyelusuri pulau tersebut dengan berjalan kaki, yang membuat kami jatuh cinta pada pulau ini adalah pantainya yang bening bersih. Bawalah pakaian renang jika berkunjung ke pulau ini. Selain itu, di Marseille ada dua gereja yang sangat megah yaitu Cathedrale de la Major yang terletak dekat dengan Vieux Port (pelabuhan) dan Notre Dame de la Garde yang terletak di atas bukit. Dari depan Notre Dame de la Garde, kita bisa menyaksikan indahnya kota Marseille dengan pelabuhannya.
Liburan yang tak terlupakan, terima kasih Tuhan!