Wednesday, December 11, 2013

Dresden, Kota Yang Telah Dibangun Kembali

Dresden, ibukota negara bagian Sachsen di Jerman sebelah timur, terletak tidak jauh dari perbatasan Jerman dan Republik Ceko. Kota ini hancur pada waktu Perang Dunia ke-2, tetapi kemudian mulai dibangun kembali pada tahun 1990 setelah bersatunya Jerman Timur dan Jerman Barat. Kota Dresden adalah kota yang cukup besar, maka dari itu kami menginap 3 malam di sana, itu saja kami merasa kurang, karena ada beberapa tempat yang masih tidak sempat kami kunjungi.

Hofkirche
Hari pertama (5 Agustus), kami berjalan kaki dari hotel tempat kami menginap yang terletak di area Innere Neustadt, menyebrangi sungai Elbe melalui Augustusbrücke (Jembatan Augustus) dan sampailah kami di pusat kota Dresden, yang juga area historik kota ini. Dari atas jembatan, akan terlihat bangunan-bangunan megah dan indah seperti Katolische Hofkirche (sebuah bangunan gereja Katolik yang terbuat dari batu berwarna kuning kehitaman, terletak langsung di depan Augustusbrücke) dan Frauenkirche (bangunan gereja Kristen berkubah yang sangat indah). Kedua bangunan yang terlihat paling mencolok karena tinggi dan bentuknya yang khas).
Zwinger Palace
Selain kedua bangunan tadi, di daerahh ini ada beberapa tempat lain yang wajib dikunjungi. Zwinger Palace, istana bergaya Barok yang memiliki taman indah dan koleksi patung-patung porselen yang unik dan bernilai seni tinggi, terletak tak jauh di sebelah barat daya Hofkirche, jalan kaki sekitar 5 menit dari Hofkirche. Semperopfer, gedung opera terkenal yang dibangun pada tahun 1800 an, di gedung ini lah ditampilkan banyak karya terkenal, terletak di sebelah barat Hofkirche atau di sebelah utara Zwinger Palace. Di sebelah timur Hofkirche kita melewati Augustusstrasse (Jalan Augustus), di jalan tersebut terletak lukisan besar di dinding, Fürstenzug, menggambarkan raja-raja yang pernah berkuasa di Sachsen (Saxony). Kemudian lukisan sepanjang 100 meter tersebut diganti dengan porselen dan menjadi karya seni porselen terbesar di dunia. Fürstenzug berada tepat di dinding utara sebelah luar dari Stallhof (Stable Courtyard).
Fürstenzug
Dari situ berjalan ke arah timur, kita akan menemukan Frauenkirche (Church of Our Lady, sebuah gereja kristen Lutheran yang paling terkenal di Dresden dan menjadi icon kota tersebut. Gereja ini hancur dibom saat Perang Dunia ke-2 dan dibangun kembali setelah bersatunya Jerman tahun 1990. (FYI: di sekeliling Frauenkirche ada banyak restaurant dan cafe, yang menyajikan makanan asia, eropa dan amerika). Di Dresden, banyak pula museum terkenal seperti Deutsche Hygienie Museum, Transport Museum, dll. Dresden memiliki area perbelanjaan yang sangat luas, yaitu di daerah bernama Altmarkt (Old market) dengan salah satu pusat pertokoan terkenalnya Altmarkt Gallerie. Altmarkt bisa dicapai dengan berjalan kaki selama kurang lebih 5 menit dari Frauenkirche ke arah barat daya.

Frauen Kirche
Satu tempat lagi yang kami rasa layak untuk dikunjungi adalah Pfunds Molkerei, sebuah Milk Shop yang mengantongi gelar "Der Schönste Milchladen der Welt" (the most beautiful milk shop in the world) versi Guiness Book of Record, karena seluruh dinding dan langit-langit toko ini dihiasi oleh porselen-porselen bergambar klasik. Toko ini terletak di Bautznerstrasse 79, saat itu kami secara tidak sengaja karena toko ini terletak tak jauh dari hotel tempat kami menginap. Milk shop tentu saja menjual susu segar, keju, makanan khas lainnya, sabun mandi yang terbuat dari susu, dll. Sayang sekali pengunjung dilarang untuk memotret di dalam toko, tapi kita bisa melihat foto-foto di dalam toko tersebut di website ini http://www.pfunds.de/ Jika Anda hanya memiliki sedikit waktu singgah kota ini, jangan khawatir karena kita pun bisa mengelilingi kota Dresden dengan naik bus Dresdner Stadtrundfahrt (Dresdner sightseeing tour), bus bertingkat berwarna merah yang bermula di Theaterplatz an der Augustusbrücke (di depan Katolische Hofkirche atau di depan Jembatan Augustus). Kita bisa memilih diantara 4 jalur dengan harga berbeda, waktu itu kami memilih jalur pertama yang melewati 22 tempat, harga tiket 19 euro per orang. City tour ini adalah "hop in hop off", kita bisa turun atau naik di halte yang kita inginkan. Bus tersedia setiap 15-30 menit dari pk. 09.30-22.00. Jalur pertama (Linie 1) ini melewati tempat-tempat terkenal di Dresden seperti Semperoper, Zwinger, Frauenkirche, Altmarkt, Deutsche Hygienie Museum, Pfunds Molkerei, dll. Keterangan lebih lanjut bisa ditemukan di website http://www.stadtrundfahrt-dresden.de/

Dresdner Eierschecke
Ada dua macam makanan khas yang patut dicoba. Sächsischer Sauerbraten mit Kartoffel Knödel (Sour roast meat and potato dumplings in Saxony style) yaitu daging sapi yang telah direndam dengan cuka dan rempah-rempah selama beberapa hari, kemudian dimasak bersama bumbu berwarna cokelat, dan disajikan dengan bola-bola kentang. Dresdner Eierschecke, kue 3 lapis khas kota Dresden, lapis paling bawah adalah bolu tipis, lapis tengah campuran quark (sejenis sour cream) dan vanilla pudding (vla vanilla), lapis paling atas vanilla pudding. Kue ini mengambil nama "Schecke" karena pembuat kue ini terinspirasi oleh pakaian pria di abad pertengahan. Arsitektur bangunan-bangunannya yang unik dan indah, penduduknya yang ramah, makanan khasnya yang enak telah menjadikan Dresden sebagai salah satu kota favorit kami.