Chapel Bridge
Sudah 8 bulan sejak saya mengunjungi kota Lucerne, sebuah kota cantik di Swiss yang terletak di tepi danau dengan nama yang sama (dalam bahasa Jerman bernama Vierwaldstättersee). Namun hari ini saya baru sempat menuliskan pengalaman saya di kota itu, karena beberapa bulan ini saya sedang sibuk dengan anak pertama saya yang baru berusia 3 bulan (mumpung dia lagi tidur, jadi saya sempatkan sedikit waktu untuk menulis). Walaupun saya terlambat menulis, kecantikan kota Lucern tidak akan berkurang.
Waktu itu tanggal 6 Oktober 2011, kami singgah 1 malam di kota Lucern setelah menginap 2 malam di Milan (Italia) dan sebelum kami pulang ke Heidelberg (Jerman). Kami tiba di Stasiun Kereta Utama Lucerne sore hari. Kami ingin langsung menuju hotel untuk menaruh barang bawaan kami dan untuk mandi, karena kami sangat kelelahan, kereta yang kami naiki mengalami sedikit kekacauan sehingga sebelumnya kami harus turun naik ganti kereta (mengingat saya yang saat itu sedang hamil 5 bulan). Seingat kami, hotel kami ada di sekitar stasiun.
Bebek Panggang dan Mie
Keluar dari stasiun kami berjalan ke timur, kebetulan hari itu ada bazar malam di sekitarnya. Kami berjalan menyusuri Jalan Inseliquai dan tidak sengaja melewati sebuah toko Asia kecil bernama Kam Tong yang di dalamnya ada meja-meja makan kecil. Kami masuk dan bertanya pada si pemilik toko, di mana letak hotel kami. Ternyata hotel kami letaknya persis di belakang stasiun. Dan si pemilik toko (suami istri asal Hongkong) mengatakan bahwa hari ini mereka membuat bebek panggang ala Hongkong dan menawarkan apakah kami mau makan malam di sana. Mendengar hal itu, kami yang sangat rindu masakan Asia tentu saja tidak menolak. Tapi kami tetap ingin menaruh barang di hotel terlebih dahulu, dan kami berjanji akan segera kembali untuk makan. Akhirnya kami menemukan hotel Etap, setelah menaruh barang dan mandi, kami berjalan kembali ke Inseliquai. Makan malam yang luar biasa nikmatnya! Bebek panggang yang disajikan dengan mie. Selesai makan kami berjalan di sekitar sana kemudian beristirahat kembali.
Night view with St. Leodegar Church
Keesokan harinya, dimulailah perjalan kami di kota itu. Kami mengelilingi kota itu dengan berjalan kaki. Kami berjalan ke arah barat melewati Chapel Bridge (dalam bhs Jerman : Kapellbrücke) sebuah jembatan kayu yang menyebrangi Sungai Reuss yang juga terdapat Water Tower (Wasserturm) di tengahnya. Kami terus berjalan ke barat melewati benteng kota di atas bukit, kemudian turun ke daerah Old Town (Altstadt) yang merupakan pusat perbelanjaan dan pemandangan bangunan kuno. Kemudian kami menyusuri Altstadt menuju ke arah timur dan sampailah kami ke tepi danau Lucern. Kami menyempatkan diri untuk naik kapal mengelilingi sebagian kecil danau selama 1 jam. Harga tiket kapal 16 Franc per orang. Saat mengelilingi danau, kita bisa menyaksikan pemandangan yang indah baik pemandangan kota Lucern ataupun pemandangan gunung yang mengelilingi danau, termasuk Mount Pilatus yang hampir selalu terselimuti salju. Sayang sekali kami tidak punya cukup waktu untuk naik ke gunung tersebut. Anda bisa naik kereta gunung (Bergbahn) untuk naik ke sana.

Friday, May 25, 2012
Lucerne, Kota Indah di Tepi Danau
Lion Monument Setelah itu kami berjalan menuju ke utara untuk melihat Lion Monument (Löwendenkmal) yang dibuat untuk memperingati para pengawal yang gugur saat Revolusi Perancis di abad ke-18. Sebelum pulang, kami mampir ke sebuah gereja yang merupakan ciri khas kota Lucerne dengan dua menara kerucut, yaitu Gereja St. Leodegar.
Labels: Europe Series
Posted by Veronica Vania at 6:56 AM 0 comments
Subscribe to:
Comments (Atom)



