
Santa Maria delle Grazie
Siapa yang tak kenal kota Milan di Italia, salah satu kota modern pusat Mode dunia yang juga menyimpan banyak sejarah. Tanggal 4 Oktober yang lalu kami berada di Milan. Kami bermalam di sebuah hotel di salah satu jalan bernama Via Giovanni Battista Firelli di seberang Stasiun Utama, cukup praktis karena dekat dengan stasiun subway.
Salah satu atraksi turis yang terkenal di kota ini adalah melihat lukisan karya Leonardo Da Vinci "The Last Supper" atau "Ultima Cena" dalam bahasa Italia. Sebelum kami tiba di Milan, banyak teman kami yang mengatakan bahwa pengujung yang ingin melihat lukisan itu harus membeli tiket terlebih dahulu beberapa hari sebelumnya via internet, karena pengunjung-pengunjung akan dibagi menjadi kelompok-kelompok. Setiap kelompok terdiri dari 15-20 orang, dan hanya diperbolehkan menikmati lukisan tersebut selama maksimum 15 menit. Kami tidak membeli tiket terlebih dahulu, karena kami tidak begitu yakin dengan situs-situs penjual tiket alias takut tertipu. Harga tiket Last Supper yang dijual melalui internet adalah 60 euro per orang (menurut kami sangat mahal dan not worth it, harga tiket masuk Musee' de Louvre Paris yang berukuran sangat besar dan menyajikan lukisan asli Monalisa saja tidak sampai 20 euro per orang), dan si penjual adalah para tour agent. Jadi kami berpikiran, "ah sudah coba saja beli langsung, kalau dapet yah sukur, kalo ga ya sudah!". 
Cathedral of Duomo
Pagi hari pukul 07.30 kami langsung berangkat naik subway sampai ke Santa Maria delle Grazie (subway station : Conciliazione) yang merupakan salah satu gereja Katolik Roma yang tidak begitu besar tapi selalu ramai dikunjungi orang karena di dalamnya terletak lukisan asli Da Vinci "The Last Supper". Begitu sampai di sana, kami langsung ke loket penjualan tiket. Wow! Kami sangat beruntung, hanya ada 2 tiket tersisa untuk hari itu yaitu pukul 15.45! Dan tiketnya hanya berharga 6 euro per orang, 10x lebih murah daripada tiket yang dijual oleh travel agent melalui internet. Setelah membeli tiket, masuk ke dalam gereja, kemudian langsung menuju stasiun subway untuk mengunjungi tempat berikutnya.
Tempat berikutnya adalah Cathedral of Milan (subway station: Duomo) atau lebih dikenal dengan nama Cathedral Duomo. Merupakan gereja besar yang bentuknya sangat indah, terletak di pusat kota Milan. Di seberang gereja ini terletak sebuah pusat perbelanjaan terkenal yang bernama Galleria Vittorio Emanuele II. Nama ini diambil dari salah seorang raja di Italia. Bangunan Galleria Vittorio sangat unik karena merupakan bangunan kuno yang mempunyai kubah yang indah. Galleria ini sudah ada dan terkenal sejak zaman dahulu. Sekarang ini, Galleria Vittorio diisi dengan toko-toko bermerek seperti Louis Vuitton, Prada, Gucci dll.
Galleria Vittorio Emanuele II
Setelah selesai windows shopping, kami menuju stadion sepak bola San Siro (subway station: Lotto Fiera, kemudian harus berjalan kaki selama 30 menit), stadion terkenal dari klub sepak bola AC Milan dan Intermilan. Kami membeli tiket untuk San Siro Tour and Museum seharga 12.50 euro per orang. Lucunya, museum hanya berupa sebuah ruangan yang cukup besar dan dibagi dua bagian, sebelah kanan untuk Intermilan (biru) dan sebelah kiri untuk AC Milan (merah). Kami pun masuk ke dalam stadion dan juga ke kamar ganti pakaian para pemain. Kamar ganti pun ada dua, satu untuk AC dan satunya untuk Inter.
San Siro Stadion
Sore hari kami kembali ke gereja Santa Maria delle Grazie. Pada pukul 15.45 kami bersama rombongan tour dari Jepang masuk ke dalam ruangan di mana lukisan Da Vinci berada. Sebelum masuk, kami harus melewati beberapa lapis pintu kaca. Lukisan The Last Supper merupakan sebuah lukisan besar di dinding gereja (berada di sayap sebelah barat gereja tersebut). Lukisannya sangat hidup dan mengagumkan. Lukisan ini telah mengalami beberapa kali perbaikan warna tanpa mengurangi struktur aslinya. Di dalam lukisan itu digambarkan bahwa Yesus sedang mengadakan perjamuan (terakhir) bersama keduabelas muridnya, dan ke dalam lukisan itu. Da Vinci menggambarkan ekspresi dan reaksi para murid ketika Yesus berkata "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kami akan menyerahkan Aku" (Matius 26:21). Urutan dalam lukisan (dari kiri ke kanan): Batholomeus, Yakobus anak Elfeus, Andreas, Yudas Iskariot, Petrus, Yohanes, Yesus, Thomas, Filipus, Yakobus, Matius, Thadeus, dan Simon Zelot.
Setelah lelah berjalan seharian di bawah panasnya matahari, kami beristirahat sambil menikmati makan malam di sebuah restaurant yang letaknya tak jauh dari hotel tempat kami menginap.
Photos by Muliadi Antaredja
Wednesday, November 16, 2011
Mengintip Lukisan Da Vinci di Kota Mode Milan
Labels: Europe Series
Posted by Veronica Vania at 10:42 AM 0 comments
Subscribe to:
Comments (Atom)
