Thursday, October 15, 2009

Amsterdam, kota unik berpenduduk ramah





Amsterdam di malam hari

Kota ini menjadi salah satu favorit saya. Alasan pertama, karena bentuk kota ini sangat unik, bila Anda melihat peta kota Amsterdam, Anda pasti akan melihat bahwa di tengah kota itu ada beberapa ring sungai kecil yang bentuknya bersegi banyak dan berbentuk seperti sarang laba-laba. Bisa dibuktikan loh! Search di Google dengan keyword : Amsterdam airphoto atau Amsterdam map. Selain kerena keunikannya, kami sangat terkesan oleh penduduknya yang sangat ramah. Para penjaga toko dan cafe tidak segan untuk melempar senyuman yang secara tidak langsung membuat mood kami jadi baik pula.




Klompen Belanda

Hari itu tanggal 9 Februari 2009, saya dan Muli naik kereta dari Hamburg menuju Amsterdam. Kami tiba di sana kira-kira sore pukul 4. Di stasiun kami memanfaatkan jasa mesin pencetak peta dan kemudian kami langsung tahu di mana letak tempat penginapan yang sudah dipesan, sebuah penginapan kecil di Jalan Singel no.69. Saat masuk ke tempat itu, kami baru benar-benar bisa merasakan tinggal di rumah penduduk Amsterdam yang tinggi menjulang dengan tangga yang sangat curam. Cukup lelah untuk Muli membawa sebuah koper dengan berat 15 kg ke lantai 4.

Sehabis menaruh barang bawaan, kami langsung bergegas kembali ke arah stasiun, di depan stasiun ada sebuah bangunan kecil berwarna putih. Kami langsung masuk dan membeli 2 buah tiket bus ke kota kecil Volendam. Perjalanan memakan waktu sekitar 30 menit. Sesampai di sana kami berkeliling, mengunjungi beberapa toko souvenir dan terakhir kami berfoto mengenakan pakaian tradisional Holland. Sehabis berfoto kami makan malam di sebuah restoran kecil di sekitar tempat itu. Sehabis makan kami langsung menuju halte bus untuk berangkat ke perhentian berikutnya, yaitu kota yang terkenal dengan kejunya, Edam. Kami hanya berhenti sejenak saja di sana dan kemudian kembali lagi ke Amsterdam. Sayangnya, malam itu hujan turun agak deras.




Pakaian Tradisional Belanda

Keesokan harinya, kami pergi mengunjungi Madame Tussauds dan Amsterdam Dungeon. Dua tempat ini patut dikunjungi para wisatawan. Tempat apa itu? Langsung saja beli tiket dan lihatlah, dijamin gak rugi deh! Mungkin orang-orang sudah kenal dengan tempat Madame Tussauds yang memang tersebar di kota-kota penting seluruh dunia, yaitu tempat dipamerkannya orang-orang terkenal dalam bentuk patung lilin.Sore harinya, kami ngopi di sebuah cafe menikmati segelas kopi dan seporsi Bitterballen, snack khas Belanda yang dibuat dari daging sapi cincang, dibuat ragut dan digoreng. Sore harinya kami menikmati makan malam di rumah makan Indonesia bernama Puri Mas, letaknya dekat dengan Nationaal Monument, di sebelah Amsterdam Dungeon. Benar-benar makanan Indonesia termahal yang pernah kami makan, 69 euro berdua. Tapi memang enak rasanya, mengobati rasa kangen kami pada masakan Indonesia (Di Amsterdam kami menemukan beberapa rumah makan Indonesia loh, mungkin karena bekas negara jajahan, orang Belanda doyan juga masakan Indonesia =p).




Red Light District

Malam hari, kami berjalan menuju toko Klompen (sepatu kayu khas Belanda) terbesar di seberang Nationaal Monument. Setelah itu, kami pun siap berjalan menuju Red Light District yang sangat terkenal di seluruh dunia sebagai tempat legal berbisnis dan berlampu merah. Sayangnya kami pergi ke Amsterdam di musim dingin. Jika ada kesempatan lain, kami akan datang lagi di bulan April untuk menyaksikan festival bunga tulip yang penuh warna itu.